hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Pentingnya Digital Skills Bagi Musisi saat Pandemi

Transformasi digital mengalami percepatan berkat adanya pandemi, akhirnya setiap orang dipaksa untuk beradaptasi memanfaatkan teknologi. Tentunya perkembangan teknologi ini tak bisa terhindarkan lagi, teknologi digital sekarang digunakan di hampir setiap aspek kehidupan manusia dalam kegiatan sehari-hari agar lebih efektif dan efisien.

“Digital skill, kemampuan digital dalam memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi dan bisnis sangat diperlukan,” ujar Pringgo Aryo Pradana, seorang Produser & Komposer Musik saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,  pada Senin (4/10/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, situasi pandemi bahkan menjadi saat yang tepat untuk memulai maupun belajar digital skills. Meski awalnya sulit, namun dia sebagai praktisi di industri kreatif sudah menjalaninya. Sebagai produser dan komposer musik dia pun bahkan masih belajar melalui YouTube dan Google dalam mempelajari berbagai digital skills baru untuk mendukung pekerjaannya.

Menurut dia, berbagai software dan program berbasis digital untuk musik kini sudah sangat canggih sehingga tidak perlu khawatir kesulitan dalam mempelajarinya dan cukup mudah digunakan. Terlebih untuk mendapatkannya, setiap orang bisa langsung mengunduhnya melalui aplikasi pengunduan yang gratis hingga berbayar.

“Sekarang proses kreatif atau berkarya pun dapat dilakukan di mana saja oleh siapa saja dan kapan saja berkat canggihnya teknologi,” katanya lagi

Dengan platform yang tersedia berupa YouTube dan Sportify bahkan setiap orang bisa dengan mudah mendistribusikan karyanya secara online. Untuk promosi, musisi baru juga bisa menggunakan media sosial, layanan streaming, maupun web profile. Bukan cuma di Indonesia, ada begitu banyak contoh artis lokal yang kemudian terkenal hingga bagian dunia lainnya.

Semua terjadi berkat internet dan digitalisasi sehingga batasan antar negara atau teritorial menjadi semakin kabur, hal ini berlaku juga dalam industri musik termasuk pendistribusian karyanya. Hanya saja, meski para musisi bisa mendistribusikan karya dengan bebas, namun mereka harus bersaing dengan jutaan karya musik lainnya di seluruh dunia. Tapi keuntungannya, para penikmat musik bisa lebih bebas mencari karya musik sesuai dengan selera musik yang mereka senangi.

“Semakin menarik dan positif karya yang kita suguhkan, tentunya akan membuka potensi lebih besar lagi bagi pintu dunia kita,” tuturnya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Reza Hidayat, CEO Oreima Films, Aditya Nova Putra, Ketua Jurusan Hotel dan Pariwisata IULI, dan Mardiana R.L, Vice Principal in Kinderhouse Pre-School.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply