hitcounter
Thursday , August 5 2021

Pentingnya Budaya Digital di Era Digital

Zaman sekarang banyak pertemuan atau rapat yang kita lakukan meski dari rumah saja. Banyak orang yang ditemui di ruang digital. Maka, jangan lupa untuk tetap ingat budaya digital dalam tatap layar. Meskipun tidak bertatap muka namun bertatap layar, di balik layar itu terdapat manusia lain yang memperhatikan kita apalagi jika video dibuka.

Sopan santun perlu dijaga walaupun ruangan kita adalah ruangan maya. Rita Gani, pengurus Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) mengatakan, saat sedang melakukan pertemuan virtual selayaknya bertemu langsung kita harus tetap sopan saat orang lain sedang berbicara.

“Sama seperti rapat bertemu langsung sungguh tidak sopan jika saat ada yang berbicara kita malah makan. Kalau ingin makan sebaiknya video dapat kita tutup untuk beberapa menit,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021).

Budaya digital juga mengharuskan setiap individu belajar. Semua awalnya pasti perna gaptek atau gagap teknologi namun seiring kemajuan zaman dan aktivitas yang menuntut, jangan malu untuk beljar dan harus mau. Misalnya, saat sedang rapat virtual di Zoom bagaiman cara membagikan presentasi, bagaimana mengganti layar belakang dan sebagainya.

“Mempersiapkan sebaik mungkin sama seperti saat bertemu di dunia nyata. Maka, penting untuk mengadakan perangkat cadangan. Jadi ketika satu perangkat mati, sinyalnya drop atau baterainya lemah kita bisa pindah ke perangkat yang lain. Sehingga jalannya pertemuan virtual tidak terganggu,” jelasnya.

Budaya mencatat sudah ditinggalkan, sekarang banyak yang senang screen shoot atau tanggapan layar. Padahal dengan mencatat kita akan lebih ingat dengan apa yang disampaikan dalam diskusi atau dalam rapat.

Sebenarnya tidak ada yang berubah dalam konsep komunikasi tatap muka dan komunikasi tatap layar yang kemudian tentu saja kita saat ini perlu lebih rinci diperhatikan. Misalnya, saat melakukan pertemuan virtual harus tetap tampil rapih, karena merasa di rumah jadi penampilan kita bukan seperti ingin bertemu orang. Usahakan tetap berpenampilan baik meskipun hanya layar yang kita lihat.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Wijaya Kusuma dan Bukhori (RTIK Indonesia), Erick Gofar (ICT Watch), dan Junnisa Melvian sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply