hitcounter
Friday , September 17 2021

Peningkatan Literasi Digital Bagi Guru dan Siswa

Fakta bahwa dunia saat ini memasuki era digital di tingkat tertentu tak dapat dihindari. Sekolah, dalam hal ini guru selalu berperan mendidik siswa agar menjadi warga negara yang baik, termasuk menjadi warga negara digital yang baik. Literasi digital saat ini menjadi hal penting yang membawa guru maupun siswa ketika online.

Ki Hajar Dewantara mengatakan pendidikan yang humanis menekankan pentingnya eksistensi manusia, dalam arti membantu manusia menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, sebagai manusia yang utuh berkembang. “Inilah yang harus dikembangkan karena pendidikan menyangkut daya cipta kognitif, daya rasa afektif, dan juga daya karsa. Sehingga pendidikan harus bersifat holistik,” kata Dian R. Sihotang, Guru SMAN Tambun Selatan, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Jum’at (27/8/2021).

Penggunaan internet semakin massif terjadi, kekhawatirannya adalah bila usia anak ternyata masuk ke situs yang seharusnya tidak dikunjungi. Namun usaha untuk membuat internet agar digunakan dengan semestinya pun digencarkan dengan adanya literasi digital. Misalnya guru membuat Whatsapp grup untuk berdiskusi dengan murid, perpustakaan kini menyediakan perustakaan digital untuk mendukung siswa membaca buku secara digital.

Adapun literasi digital sendiri tak hanya meliputi penggunaan media perangkatnya saja, namun termasuk dalam hal kemamouan berkomunikasi, etikanya, sampai berpikir kritis saat menerima informasi ikut dijadikan kompetensi dalam literasi digital. Guru maupun orangtua memiliki peran untuk mengajarkan literasi digital kepada anak, yakni dengan memahamkan pentingnya privasi dan keamanan di internet. Kemudian mengajarkan untuk membuat pilihan yang baik dengan membimbing dalam mengambil keputusan bahwa ada risiko yang harus ditanggung dari interaksi sosial di internet.

“Kita mengajarkan pilihan yang aman saat berinternet, memberikan arahan untuk menjadi pintar dan tetap aman dari berbagai jenis penipuan,” tutur Dian.

Orangtua dan guru juga harus mengajarkan tentang cara mengenali phising atau pancingan untuk memasukan data pribadi. Yakni dengan mengecek alamat URL, melihat tanda gembok di alamat situs, menggunakan laporan transparansi Google, dan untuk lebih seksama memperhatikan kalimat yang digunakan dalam sumber informasi apapun.

Dari segi keamanan, kata sandi atau password juga harus diingatkan sebagai sesuatu yang pribadi dan tidak boleh dibagikan ke orang lain. Terpenting juga anak harus diajarkan untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab saat online, sebab ada jejak digital yang tidak bisa dihapus dan akan memengaruhi masa depan.

Webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Arif S, Guru TJKT SMKN 1, Nopriandi, Kepala Sekolah SMKN 1 Cikarang Selatan, dan Bhakti Santana, Divisi Riset Edukasi4ID.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply