hitcounter
Sunday , November 28 2021

Penguatan Karakter dan Peningkatan Daya Saing Jadi Tantangan Pendidikan di Era Digital 

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era revolusi digital memberi perubahan pada masyarakat termasuk budaya dan pendidikan. Semakin tegas pula fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, koorporasi, dan negara.

“Ada kompetensi baru, peningkatan daya saing sumber daya manusia, generasi milenial dan generasi Z mengalami mengalami digitalisasi dalam sistem pembelajaran yang semua itu menjadi tantangan pendidikan di masa depan,” ujar Sophie Beatrix seorang Psikolog Praktisi saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Selasa (16/11/2021).

Perkembangan ke arah digitalisasi tersebut mengharuskan setiap orang harus memiliki keterampilan abad 21, antara lain dalam memecahkan masalah, memiliki kreativitas, berpikir analitis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memiliki etika serta akuntabilitas.Bukan hanya digital skills abad 21 yang dibutuhkan generasi mendatang, termasuk peningkatan kualitas karakter anak-anak generasi sekarang yang harus bisa beradaptasi pada lingkungan dinamis.

“Tentunya sudah memiliki literasi digital dasar dan kompetensi untuk memecahkan masalah kompleks dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi,” kata Sophie.

Para pendidik di era digital masa kini pun punya tangangan besar untuk bisa mempersiapkan generasi sekarang dengan kompetensi dan keterampilan abad 21 tersebut. Di mana harus bisa menyelaraskan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti. Berikut juga memperkuat karakter budaya bangsa dengan menguatkan nilai-nilai kebangsaan, sert meningkatkan kesadaran mental bagi para individu dalam menggunakan kecakapan digital berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana, Graphic Designer JCO, Irma Nawangwulan, Dosen IULI, Eko Ariesta, CEO Enterpro.id, dan Made Nandhika, Abang None Jakarta Selatan 2019.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply