hitcounter
Thursday , January 27 2022

Pengguna Media Sosial Perlu Kompetensi Mengelola Budaya Digital

Keberagaman budaya merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan bermasyarakat. Terlebih di era digital yang sudah otomatis terhubung dengan masyarakat global.

“Ada ancaman intoleransi, lunturnya nilai gotong-royong, hilangnya penghargaan terhadap orang lain atau budaya orang lain juga ancaman disintegrasi bangsa akibat minimnya literasi budaya dalam bermain media sosial dan berinteraksi di ruang virtual,” kata Arief Wicaksono, seorang Praktisi Usaha dan Perbankan saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Probolinggo,  Jawa Timur, pada Selasa, (30/12/2021).

Sebabnya setiap pengguna media digital harus memiliki kompetensi dalam mengelola budaya digital di ruang virtual dengan baik, agar tercipta ekosistem digital yang sehat dan penuh edukasi. Di mana era digital membuka hal negatif dan positif yang harus diseleksi dengan bijak. Ruang digital memungkinkan pertukaran informasi serta berkembangnya pengetahuan baru. Namun di sisi lain juga membuat semakin terbukanya konflik-konflik sosial.

Apalagi pertumbuhan pengguna internet di Indonesia hingga akhir Maret 2021 mencapai 76,8 persen dari total populasi. Menurut data Internetworldstats kini pengguna internet sudah mencapai 212 juta, dengan capaian tersebut Indonesia menduduki urutan ke-15 di negara Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Kazhakstan dan di atas Vietnam.

“Bahkan dapat disadari bahwa masyarakat Indonesia mengalami culture shock dalam budaya digital. Di mana orang-orang yang menggunakan internet merasa bebas, bisa berekspresi,” katanya lagi.

Padahal seharusnya sebagai pengguna, setiap orang harus memahami merupakan bagian masyarakat Indonesia yang memiliki budaya dan tata krama meskipun sedang berada di ruang virtual. Secara adat Ketimuran menjaga etika sebagai bangsa Indonesia.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Meitha Kurniasari, Personal Assistant Executive Vice President, Widya Pramusetyo, Aktivis Teknologi Informasi, Diding Adi, seorang Praktisi IT, Yulius Christian, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

MediaTek Tunjukkan Teknologi Wi-Fi 7 di Dunia kepada Pelanggan dan Pemimpin Industri

MediaTek mengumumkan demo langsung pertama teknologi Wi-Fi 7 di dunia, menyoroti kemampuan portofolio konektivitas Wi-Fi …

Leave a Reply