hitcounter
Thursday , October 21 2021

Pendidikan Seksual Sejak Dini Solusi Anak Terhindar dari Kejahatan di Ranah Online

Ada begitu banyak sisi baik internet yang memudahkan penggunanya mendapatkan informasi dalam berkomunikasi. Akan tetapi tak sedikit juga dampak negatif internet terutama bagi anak-anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahkan sempat mengungkap data tahun 2017-2019 di mana terdapat 1940 anak menjadi korban kejahatan online.

Terdapat bahaya kejahatan di ranah online seperti predator anak di internet hingga child grooming yang bisa terjadi karena kurangnya pendidikan mengenai seksual sejak dini.

“Sebagai orang Indonesia kita jarang diajarkan pendidikan seksual sejak dini karena ngomongin seksual itu hanya ketika akan menikah saja,” kata CEO The F People, Rachel Octavia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Selasa (29/6/2021).

Padahal menurutnya bila sudah mengajarkan pendidikan seksual sejak dini, maka anak tahu bahwa ada yang tidak boleh. Namun karena anak tidak tahu jadi anak diam aja. Membantu untuk menghetikan agar tidak terjadi berbagai kekerasan seksual termasuk di ranah online, maka pendidikan seksual sejak dini bisa jadi salah satu pencegahan.

Pendidikan seksual sejak dini ini akan memberikan pemahaman tentang pendidikan seksual yang tepat, mengenai konsep tubuh bahwa anak punya otoritas atas tubuhnya dan orang lain. Bahkan orang tua sekalipun tidak boleh menyentuh apalagi meraba badan mereka tanpa izin. Anak-anak juga selalu punya hak untuk menolak hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman.

Termasuk yang terjadi saat ini ada tindakan child grooming, yaitu sebuah upaya orang dewasa untuk membangun hubungan, kepercayaan, dan ikatan emosional dengan seorang anak atau remaja sehingga mereka dapat memanipulasi atau mengekspploitasi bahkan melecehkan korban.

“Di ranah digital ini termasuk juga memperhatikan anggota tubuh dan mendokumentasikan serta mendistribusikannya,” kata Rachel.

Berkaitan dengan itu, kekerasan seksual digital menurut Komnas Perempuan ada banyak jenisnya. Di antaranya cyber hacking melakukan peretasan dengan tujuan mendapatkan informasi, bahkan stalking atau menguntit, hingga cyber harassement yang berkaitan dengan perundungan sosial dengan komentar negatif, dan banyak jenis lainnya.

“Hati-hati mengunggah foto, menurut saya apapun yang kita unggah bisa di screen capture jadi yang namanya digital profile disalah gunakan. Bahkan google pun tahu aktivitas kita, akhirnya kalau ada orang yang mau berlaku jahat dengan kita bisa,” kata Rachel lagi.

Webinar Literasi Digital Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja Founder The Enterpreneurs Society dan Dila Karinta Enterprise Consultant at Digital Economy, serta Ira Pelitawati Relawan TIK Jabar. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply