hitcounter
Wednesday , February 1 2023

Pemanfaatan Internet di Bidang Kesehatan dengan Telemedicine

Masyarakat begitu dimudahkan dengan adanya kemajuan teknologi. Melalui gawai saja aktivitas mencari informasi, belajar, bekerja, berbelanja bisa dilakukan. Tak terkecuali di bidang kesehatan, telemedicine juga mulai berkembang untuk mengurangi interaksi karena kondisi pandemi Covid-19.

“Hampir semua fasilitas kesehatan sudah mulai menyediakan telemedicine, aku pun praktek di klinik yang sudah memfasilitasi aktivitas konsultasi secara online lewat telemedice,” Ujar Andi S.Hardiyanti, seorang Medical Doctor dan Health Educator saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Selasa (12/10/2021).

Dia mengatakan, telemedicine saat kondisi pembatasan interaksi manusia selama pandemi Covid-19 menjadi solusi saat pasien membutuhkan konsultasi ke dokter namun takut untuk keluar rumah. Sebab dia pun menemukan banyak pasien yang akhirnya menunda untuk berobat karena situasi corona. Telemedicine sendiri merupakan media konsultasi online antara pasien dengan dokter atau tenaga kesehatan melalui web atau aplikasi.

“Penggunaannya cukup gampan, jika melalui web maka calon pasien harus memiliki kontak ke fasilitas kesehatan yang dituju. Sehingga diperlukan registrasi dulu di fasilitas kesehatan,” sebut Andi.

Pasien bisa memilih berkonsultasi dengan dokter yang mana dan jadwal yang ditentukan. Bukan hanya konsultasi, pasien bisa mendapatkan resep obat atau pengantar pemeriksaan laboratorium, dan saat membutuhkan surat rujukan untuk ke rumah sakit. Dengan telemedicine yang memanfaatkan internet, Andi yang seorang dokter juga memanfaatkan interaksi digital lewat media sosial pribadinya untuk berbagi informasi seputar kesehatan. Dia sering membagian tips dan membuka tanya jawab dengan para pengikutnya. Tak jarang dia juga memanfaatkan media sosial TikTok untuk membuat video yang mengedukasi masyarakat perihal informasi kesehatan terkini.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Syarief Hidayatulloh Digital Strategist Hello Monday Morning, Muhammad Satria, Direktur Karang Taruna Institute Jawa Barat, Irma Nawangwulan, Lecture di IULI, dan Made Nandhika, Abang None Jakarta Selatan 2019.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Nyaman tanpa Kedinginan, Makin Mudah Didapat dengan Samsung AC WindFree™ Lite

Jakarta, Vakansi – Bagi para pengguna air conditioner (AC), hembusan angin AC yang mengenai tubuh …

Leave a Reply