hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Pelecehan Seksual Meningkat di Sosmed

Viral mengenai susu beruang yang banyak diincar masyarakat. Seperti biasanya warganet Indonesia tidak semua menanggapi serius. Malah dikaitkan dengan artikel ASI yang dapat menyembuhkan Covid-19. Lalu beredar pula sejumlah meme yang menampilkan seorang wanita tengah menyusui. Meme pun tersebar, jika dikirim secara pribadi hal tersebut merupakan pelecehan seksual dalam bentuk visual di dunia digital.

Bentuk pelecehan seksual di dunia digital lainnya yakni spamming dengan komentar yang tidak pantas. Doxing dengan menyebar kan data pribadi seringkali berupa screenshot kalimat mesra, kasus lain juga ada akun palsu yang dibiskan digunakan untuk perintahkan bahkan menipu

Oriza Sativa, Psikolog Mayapada Hospital dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (7/7/2021) mengatakan, sexual harassment atau pelecehan seksual di luar dari hukum merupakan perbuatan yang akan berdampak luar biasa secara mental bagi korban dan juga pelaku.

Menurut data International Conference of Mental Health Neuroscience and Cyberpsychology, pelecehan seksual terjadi peningkatan yang signifikan dari pengguna media sosial. Penelitian dilakukan kepada pengguna Instagram sebagai media sosial yang banyak digunakan oleh kaum milenial.

Di dunia digital pelecehan seksual banyak terjadi direntang usia 18-29 tahun, 25% memang sudah menjadi target pelecehan seksual daring. Sebanyak 66% berasal dari aplikasi sosial media dan situs internet. Sebanyak 22% berasal dari kolom komentar.

“Pelecehan sama sekali tidak terkait dengan jenis pakaian, gaya berpakaian dan cara berpenampilan. Mereka yang berpakaian tertutup juga kerap terjadi,” ujarnya.

Maka, kita wajib memikirkan apakah selama ini ada foto atau komentar yang menarik perhatian dan mengundang konotasi seksual. Ditambah ketika dapat meme atau foto yang menampilkan konotasi pelecehan, lebih baik stop sampai di Anda.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (7/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Litani B Wattimena (Brand & Communication Strategist), Lili Yulianah (Praktisi pendidikan), Dewi S Sri (Mafindo) dan Ummi Kalsum sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply