hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Pelaku Bisnis Kecantikan Bagikan Ilmu Adaptasi Digital Skills Solusi di Masa Pandemi

Transformasi digital mengalami percepatan selama pandemi Covid-19, masyarakat seolah dipaksa untuk beradaptasi dengan digital skills. Dengan adanya PPKM selama pandemi, banyak bisnis akhirnya harus beralih menjadi online. Tapi hal tersebut tak menyurutkan para pelaku UMKM, termasuk Sandy Natalia yang bisnisnya di bidang kecantikan tetap mengalami perkembangan.

Justru dengan adanya lonjakan pengguna yang kini telah mencapai 202,6 juta di Indonesia hal tersebut menjadi potensi. Belum lagi ada 170 juta pengguna aktif di media sosial yang menjadi audiens digital marketing. Sehingga sebenarnya peluang memasarkan produk dan jasa sebetulnya tidaklah hilang, hanya berpindah ke online.

“Bisa dibayangkan bila pemilik bisnis tidak mampu beradaptasi dengan digitalisasi, kemungkinan bisnis maupun individunya tidak bisa bertahan,” ujar Sandy Natalia, Co-Founder of Beauty Cabin saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Rabu (6/10/2021).

Lebih jauh dia mengatakan digital skills yang harus dikembangkan antara lain komunikasi media sosial, mengoptimalkan perangkat digital, analisa data, digital marketing, dan membuat visualisasi konten menjadi lebih menarik.

Dengan kondisi pandemi, bisnisnya bahkan tetap bisa berkembang karena dia memanfaatkan digital skills dengan menawarkan solusi untuk pelanggan yang ingin tetap melakukan perawatan kecantikan di rumah. Sistem yang dia jalankan pun kemudian mengikuti perkembangan yaitu online. Dalam hal penasaran, tentunya Sandy menggunakan Instagram dengan membuat unggahan promosi yang menarik. Di antaranya berupa video singkat perawatan kecantikan yang telah dilakukan customernya, serta ada garansi uang kembali jika pelayanannya tidak memuaskan.

“Jadi kita menawarkan jasa home service, di mana terspis kita yang dateng. Tapi terapis kita boosted dengan vitamin dan rutin melakukan swab seminggu sekali sehingga bisa kita jamin dan aman banget kita masuk rumah customer. Bahkan lebih aman daripada customer ke luar rumah,” kata Sandy.

Dari mulanya Sandy datang door to door ke rumah pelanggan dan sempat mengerjakannya sendiri, kini bisnisnya telah berkembang dengan memiliki beberapa terapis dan karyawan, serta menyewa ruko sebagai tempat praktik klinik kecantikannya. Dengan adaptasi belajar digital skills usaha Sandy di bidang kecantikan bisa tetap berjalan meski pandemi tak ada penghalang.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Pipit Djatma, Fundraiser Consultant & Psychososial Actvist IBU Foundation, Aditya Nova Putra, Ketua Jurusan Hotel dan Pariwisata IULI dan Mardiana R.L, Vice Principal in Kinderhouse Pre-School.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply