hitcounter
Monday , September 23 2019
Home / Berita Lifestyle / Pekerja Kantoran Memiliki Resiko Penyakit Berbahaya

Pekerja Kantoran Memiliki Resiko Penyakit Berbahaya

Bekerja di depan komputer bukanlah kebiasaan yang sehat. Bekerja dalam posisi duduk selama berjam-jam tidak hanya dapat memicu penyakit ringan, namun juga penyakit serius.

Menurut dr.Hennessy Kurniawan, Occupational Health (OH)Service Center Manager Klinik YPK Mandiri, masalah kesehatan yang biasa dialami pekerja kantoran, antara lain mulai dari pegal-pegal, flu, “masuk angin”, kolesterol tinggi, obesitas, hingga gangguan jantung. Itulah risiko penyakit akibat sering duduk di depan komputer dan tidak melakukan gerakan fisik.

“Apalagi kalau banyak makan, ngemil, jadinya obesitas dan kolesterol. Obesitas kan salah satu pemicu penyakit jantung,” kata Hennessy usai peresmian Klinik YPK Mandiri Jakarta di Menara mandiri, (5/9/2019).

Hennessy mengungkapkan, sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) setiap orang wajib melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap harinya. Untuk itu, pekerja kantoran pun harus bisa menyisihkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik disela-sela pekerjaannya.

“Tidak perlu ribet-ribet. Pokoknya ketika sempat lakukan saja gerakan stretching, mulai dari kepala, pundak, tangan, hingga kaki. Gerakan sederhana itu bisa dilakukan di ruang kerja dan tidak harus langsung 30 menit, bisa dicicil,” kata Hennessy.

Lanjut Hennessy, selain rutin melakukan gerakan fisik, para karyawan juga rutin minum air putih. Konsumsi air putih yang cukup, sangat penting agar tubuh tetap terhidrasi. Karena bekerja di ruangan ber-AC tidak akan luput dari kekurangan cairan.

Menurut Hennessy, sejatinya solusi dari masalah kesehatan para karyawan cukup sederhana. Hanya saja, hingga kini masih banyak karyawan atau bahkan perusahaan yang belum peduli akan kesehatan bekerja.

“Masih banyak yang belum peduli akan hal itu, baik karyawan, perusahaan, atau bahkan pemerintah. Padahal karyawan itu kan aset perusahaan ya, dan karyawan juga akan rugi kalau sakit dia harus berobat dan lainnya,” kata dia.

Melihat kebutuhan akan pelayanan yang lebih maksimal, maka  klinik YPK Mandiri menyediakan layanan kesehatan yang lebih bersifat kuratif dan rehabilitatif. Selain itu juga,  mempertimbangkan lokasi klinik yang berada di Gedung perkantoran.

Hennessy menjelaskan, YPK Mandiri Healthcare Group terus melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada pasien. Hal menyadari adanya sebuah kebutuhan untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang komprehensif, mencakupi layanan deteksi dini penyakit, upaya pencegahan penyakit dan promosi kesehatan.

“Kami bermaksud mengubah fokus pelayanan kesehatan kami agar dapat menjangkau populasi pekerja yang sehat. Karena tidak ada yang istimewa bila perusahaan merawat pekerjanya yang sakit. Tapi akan menjadi sangat istimewa bila perusahaan merawat pekerjanya yang sehat,” ungkap Hannessy.

About Pasha

Check Also

Frisian Flag Indonesia Luncurkan Program Edukasi Gizi Gerakan Nusantara 2019

Guna meningkatkan pengetahuan serta perilaku gizi dan kesehatan yang baik di antara anak-anak Indonesia melalui …

Leave a Reply