hitcounter
Monday , July 6 2020
Home / Berita Wisata / Pariwisata Geopark Bukan Eksploitasi, Tetapi Pariwisata Yang Berkelanjutan

Pariwisata Geopark Bukan Eksploitasi, Tetapi Pariwisata Yang Berkelanjutan

Pengembangan berbagai Geopark di Indonesia yang terus dilakukan oleh pemerintah saat ini, salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan jenis pariwisata berbasis alam. Tidak akan ada eksploitasi alam, namun yang akan didorong adalah pariwisata yang berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanudin dalam forum virtual, Pengembangan Geopark, dihelat pada Kamis (18/06/2020).

“Analisa para pengamat, wisatawan yang mengunjungi wisata alam cenderung bertambah akibat dampak pandemi covid-19 ini. Berarti fasilitas dan segala sesuatunya harus kita benahi, harapan kami, pengelola Geopark ini dapat membangun infrastruktur lebih baik lagi. Geopark artinya bukan hanya membangun, tetapi kelestarian alam juga mutlak. Pariwisata yang berkelanjutan dan bukan pariwisata yang mengeksploitasi, ada strateginya, semisal jumlah berapa orang wisatawan yang boleh masuk itu diatur,” ujar Safri.

Ia melanjutkan, dalam pariwisata Geopark, aspek pelestarian alam adalah yang utama dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. “Artinya alamnya tidak terganggu, budayanya tidak terganggu dan segala isinya tidak terganggu. Kalau misalkan di kemudian hari hal-hal tersebut terganggu, maka kami nyatakan pariwisata itu gagal,” jelasnya.

Menurut Kosmas Harefa, Plt Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, mengenai apa saja yang tengah dilakukan oleh Kemenko Marves untuk turut mengawal pengembangan Geopark di Indonesia.

“Kami sedang mengawal berbagai ketentuan terkait Geopark di Indonesia. Apa yang kami lakukan sekarang adalah tetap memberikan dukungan kepada pengembangan Geopark Indonesia ke depan. Geopark ini sangat luar biasa kontribusinya terhadap perekonomian kita, demikian juga untuk kontribusi terhadap sektor pariwisata yang sekitar 35 persen,” jelas Kosmas.

Ia mengatakan, Kemenko Marves juga terus melakukan rapat-rapat intensif lintas kementerian/lembaga, dalam rangka penyiapan seluruh destinasi wisata kita menjelang era new normal. “Termasuk di dalamnya penyiapan destinasi berbentuk alam dan satu di antaranya adalah Geopark,” ujarnya.

Indonesia adalah rumah bagi wisata alam, Indonesia juga menjadi tuan rumah bagi beberapa Geopark yang diresmikan oleh UNESCO, dan kebanyakan dari mereka dipenuhi oleh wisatawan.

Geopark atau Geological Park adalah wilayah dengan unsur geologi yang sangat kaya, di mana semua pihak wajib menjaga, menggunakan, dan mengembangkan semua warisan alam yang terkandung di dalamnya termasuk nilai-nilai dalam ekologi, arkeologi, sosiologi, dan termasuk seni dan budaya.

Indonesia memiliki sekitar 15 Geopark yang sangat menakjubkan dan 7 di antaranya adalah, Gunung Rinjani NTB, Danau Toba Sumatera Utara, Gunung Batur Bali, Ciletuh Pelabuhanratu di Jawa Barat, Merangin di Jambi, Gunung Sewu di Yogyakarta, dan Banyuwangi Geopark di Jawa Timur.

About Pasha

Check Also

Kemenko Marves Dorong Implementasi Protokol Kesehatan di Destinasi Pariwisata Saat Era New Normal

Virus Covid-19 mengakibatkan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai sektor, khususnya sektor pariwisata. Terjadi penurunan …

Leave a Reply