hitcounter
Monday , September 20 2021

Pandemi Covid-19 Mendorong Transformasi Digital dan Adaptasi untuk Menguasai Digital Skills

Pandemi Covid-19 telah dialami seluruh masyarakat dunia hampir dua tahun. Dari kondisi tersebut ada banyak dampak yang akhirnya dialami seperti kehilangan pekerjaan, pemotongan gaji, penurunan pendapatan, dan terbatasnya ruang konsumsi.

“Namun ternyata Covid-19 ini mendorong transformasi digital atau percepatan ke arah digital,” kata Loka Hendra, Head of Food & Beverage Cinepolis Indonesia saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Senin (13/9/2021).

Transformasi digital yang terjadi antara lain pertumbuhan pengguna internet yang sekarang semakin cepat. Ponsel pribadi sekarang pun sudah berubah menjadi smartphone yang terhubung dengan internet untuk mencari informasi dan komunikasi, serta pendukung hidup. Dengan kondisi pandemi yang mengharuskan remote working dan WFH akhirnya transformasi digital ini makin terasa dengan perubahan perilaku menjadi serba online, e-learning, e-working, e-money, dan e-payment.

Ada banyak bidang bisnis yang akhirnya tutup, namun tak sedikit bisnis baru bermunculan, seperti bisnis terkait bidang kesehatan, makanan sehat, suplemen vitamin, dan masih banyak lagi. Jadi sebenarnya pandemi tidak menutup kemungkinan untuk bisa terus menghasilkan, asal setiap orang bisa beradaptasi dengan situasi pandemi. Selain itu diperlukan self-learning belajar hal-hal baru seperti digital skills, serta menjadi kreatif dengan memanfaatkan situasi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Rochmat Bahtiar, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik DISKOMINFOTIK Kabupaten Bandung Barat, Toto Suharya, Kepala Sekolah SMAN 2 Padalarang, dan Yani Sujana dari Masyarakat Anti Fitnah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply