hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Pancasila Sebagai Landasan Berinteraksi di Dunia Digital

Cinta Tanah Air dimulai dengan mengenali lebih jauh negara ini. Bukan hanya itu cintai juga diri sendiri sebagai bekal untuk dapat mencintai.

Hal tersebut diungkapkan Asep Kambali, Sejarawan founder komunitas Historia Indonesia. Cintai diri sendiri dengan memberi asupan diri hal-hal yang positif. Tidak merokok, tidak minum minuman keras, tidak mengakses berita hoaks, tidak berujar kebencian dan lainnya.

“Mengenal Indonesia itu, mengakui Indonesia adalah anugerah Tuhan yang Maha Kuasa, negeri laut dengan taburan pulau di dalamnya. Kita harus tahu betul sumber daya kebudayaan kita ada 187 penganut kepercayaan agama etnis dan kaya raya. Maka pelangi itu tidak mungkin indah jika hanya satu warna kenapa kita disebut Indonesia karena kita Bhinneka Tunggal Ika. Maka kalau mengaku cinta Indonesia jangan pernah mempersoalkan perbedaan di Indonesia. Jangan berselisih hanya karena kita berbeda,” jelas Asep saat Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021).

Dia menambahkan, jadikan Pancasila sebagai satu-satunya kebenaran yang kita jalani baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Maka bangun kebudayaan itu berdasarkan himpunan dalam proses transformasi digital. Sebab, transformasi itu ternyata tidak hanya sekedar mengganti teknologi dari ponsel dulu ke smartphone tapi mindset yang mengubah manusia dan kebudayaannya.

Untuk itu mindset digital yang harus dibangun yaitu kreatif, inovatif, strategis adaptif dan kolaboratif. “Digital mengatur cara kita menghadapi satu konteks digital dan bagaimana kita meresponnya. Kemudian digital ability dan mindset adalah perilaku maka dibuatlah kebudayaan,” tuturnya.

Sebagian besar kegagalan transformasi digital bukan karena tidak ada teknologi tapi akibat mindset yang salah, maka perlu dijaga. Pentingnya keseimbangan hidup tradisi modernisasi harus seimbang, masa lalu masa kini harus dan dua lokalitas dan globalitas juga seimbang. Konvensional dan digital yakni jago main PUBG, Mobile Legends tapi bisa juga bermain galasin atau gobak sodor.

Asep mengingatkan, persoalan bangsa ini sangat kompleks, setiap pemuda, setiap individu, setiap komunitas harus hadir menjadi satu keping solusi untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan yang dihadapi di bumi Pertiwi ini dengan begitu maka Indonesia akan bangkit dan maju.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (9/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Geri Sugiran (RTIK Sukabumi), Sri Astuty (Japelidi), Ria Ariyanie (Praktisi Komunikasi dan Hubungan Masyarakat), dan Nattaya Laksita Melati sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply