hitcounter
Monday , September 20 2021

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui ucapan tulisan maupun komunikasi dalam bentuk apapun. Mulai dari pendapat, ini yang paling krusial karena ruang publik yang sebagaimana harusnya digunakan untuk berbagai pendapat justru kini disalahgunakan sebagai panggung sensasi konflik akibat kata-kata akibat kata-kata yang tidak pantas dibagikan ke publik.

Pebinis online, Virginia Aurelia, Owner divetolive.id menyarankan, cara bijak mengatasi perbedaan pendapat adalah menekan ego. Jadi bisa menahan diri untuk tidak menghakimi dan hati-hati dalam berbicara lalu. Cara bijak lainnya adalah mencoba melihat dari sudut pandang lawan berbicara kita sehingga membuat kita lebih empati dan kita tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan.

“Terakhir yang dapat dilakukan adalah mencari jalan tengah dan solusi terbaik bersama-sama tidak perlu saling memangsa perbedaan pendapat lebih baik mencari jalan tengah saja,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (3/8/2021).

Mengekspresikan yakni dengan ekspresi diri yakni dengan ungkapan dari perasaan atau sesuatu yang diutarakan. Dari ungkapkan ini bentuknya bisa banyak bisa foto atau video diri puisi tulisan pencapaian project, hasil pekerjaan musik dan juga hobi

Ekspresi diri tadi juga kita harus memikirkan apa yang sebenarnya boleh dan tidak boleh dilakukan. “Sebaiknya kita mengekspresikan hal positif, kita bisa menyebarkan sebuah kebaikan, memberikan inspirasi, memberikan ilmu bahkan memberikan peluang dan mengekspresikan diri itu juga jangan sampai merugikan orang lain menyindir orang lain atas keberhasilan kita,” sebutnya.

Mengekspresikan diri juga tidak dengan menyebarkan kebencian misalnya menyebarkan kebencian karena pencapaian kita, sudah berbuat baik lantas menjelekan yang lain. Ini tidak dibenarkan. Jangan juga malah menyebar hoaks karena dapat berakibat merugikan orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (3/8/2021) juga menghadirkan pembicara Ryzki hawari (Attention Indonesia), Esa Firmansyah (RTIK Sumedang), Ismita Saputri (Kreator konten) dan Diza Gondo sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply