hitcounter
Thursday , October 21 2021

Orang Tua Perlu Pahami Penyebab Anak Kecanduan Internet

Bicara mengenai internet, Indonesia menjadi negara urutan ke-3 setelah India dan Cina yang mengalami peningkatan pengguna, menurut hasil survei HootSuit di Januari 2020. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2019-2020 menyebutkan rata-rata pengguna mengakses internet untuk media sosial sebanyak 51% dan berkomunikasi 32,9%, dengan pengguna usia 15-19 tahun 91% dan usia 20-24 tahun 88,5%. Sehingga artinya kebanyakan milenial mengakses gawainya.

“Mereka kelelahan dengan jadwal kuliah dari pagi hingga sore kadang mereka mulai bosan dan frustasi, cemas, depresi sehingga larinke gawai. Dari sisi kepribadian akan menutup diri dari lingkungan nyata karena sudah cukup nyaman bertemu di dunia maya,” ujar Fika Astridianingrum, seorang Psikolog dan Konselor saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I Selasa (29/6/2021).

Penyebab adiksi gadget pada anak bisa berasal dari faktor internal, situasional, sosial, dan faktor eksternal misalnya karena kurangnya perhatian dari keluarga. Sehingga anak-anak ini mengalihkan sesuatu pada game maupun gadget mereka yang ternyata membuat nyaman.

Sumber dari Common Sense Media tahun 2014 mengungkapkan sebanyak 72% bayi di bawah 8 tahun dan kurang dari 2 tahun sebanyak 38% telah menggunakan perangkat digital seperti telepon pintar, iPad, iPod dan tablet. Sementara di Indonesia sendiri di pusat perbelanjaan, di bandara, tempat umum sering terlihat anak usia 3-9 tahun sudah diberikan perangkat digital agar merasa tenang, padahal hal tersebut kesalahan bagi orang tua.

“Sebisa mungkin kita berikan kegiatan agar si anak bisa melupakan sejenak internet atau gadgetnya,” kata Fika.

Dengan kemudahan akses internet, jadwal tidak terbatas atau teratur maka anak menjadi adiksi atau ketergantungan. Hal tersebut akan menghambat perkembangan anak, jadi sulit berteman dan mengontrol aktifitasnya karena terpaku pada gadget.

Lebih lanjut dia mengatakan, bisa sudah terjadi maka harus ada tindakan dari orang tua. Namun alangkah lebih baik melakukan pencegahan dengan orang tua mendampingi anak, mengontrol dan mengawasi penuh, memberikan pengertian, membatasi aplikasi, hingga membatasi waktu dan melakukan pola asuh yang tepat.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Daniel Hermansyah CEO Kopi Chuseyo, Fibra Trias Editor in Chief Mommies Daily, serta Feby Indirani seorang Penulis dan Aktivis Literasi Digital. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply