hitcounter
Thursday , January 27 2022

#NjogNangTemangung Strategi Penggiat Pariwisata Ajak Wisatawan ke Temanggung

#NjoNangTemanggung yang dalam bahasa Indonesia #AyoKeTemanggung adalah tagar khusus dari penggiat pariwisata yang berupaya mengajak wisatawan berkunjung ke Temanggung yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil Tembakau.

Tidak hanya dikenal sebagai penghasil Tembakau, Temanggung boleh dibilang berlimpah potensi wisata alam. Pasalnya, Temanggung diapit oleh 4 gunung yang populer bagi para pendaki yakni Sindoro, Sumbing, Merbabu dan Telomoyo.

Ambar Setyawati, penggiat pariwisata dari Travelita mengatakan, #NjoNangTemanggung adalah cara menikmati destinasi wisata di Temanggung dalam sehari atau One Day Tour mulai dari pusat Kota Temanggung, sampai ke dataran tinggi.

“One Day Tour #NjoNangTemanggung kali ini memperkenalkan destinasi wisata; Pikatan Water Park yang berada di pusat kota, Kampung Mbako berada di Desa Tlilir, di bawah kaki gunung Sumbing, Embung Kledung dan kawasan wisata Posong di lereng gunung Sindoro,” terang Ambar.

Bersama dengan grup biro perjalanan dan aosiasi, pariwisata kita diajak untuk melihat lebih dekat ke 4 destinasi tersebut. Masing-masing destinasi ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan saling melengkapi satu sama lainnya.

Pikatan Water Park
Taman wisata air dengan luas 4,5 hektare dan berada di Desa Mudal Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini merupakan destinasi yang dikelola oleh BUMD.

Lokasinya berada di tengah kota Temanggung, sehingga wisatawan dari luar kota mudah untuk menemukan destinasi yang kebanyakan dikunjungi oleh para keluarga. Pikatan Water Park yang berada di ketinggian 500 mdpl ini siap menerima tamu kembali dengan adaptasi protokol kesehatan.

Selain cocok buat outbound, Pikatan Water Park dilengkapi fasilitas wahana permainan seperti water slide, flying fox, kolam renang standar nasional, kawasan budidaya ikan air tawar, panggung hiburan, restoran dan lainnya. Tiket masuk ke destinasi ini Rp15 ribu.

Kampung Mbako Tlilir
Kampung ini berada di kaki gunung Sindoro atau tepatnya di Desa Tlilir, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Meski berada di ketinggian antara 1.700 mdpl, suhu udaranya tidak terlalu ekstrim seperti di dataran Dieng.

Menyambangi Kampung Mbako Tlilir, wisatawan akan menemukan keramahan khas warga kaki gunung yang santun dan melayani. Di kampung ini pun wisatawan dapat belajar banyak hal tentang tembakau, bahkan dapat melihat secara langsung tembakau Srintil yang tidak dapat tumbuh di semua wilayah di Temanggung. Dan tembakau Srintil ini menjadi ciri khas Desa Tlilir.

Yang paling berkesan adalah, wisatawan dapat live in di Kampung Mbako. Konsep Homestay sessungguhnya yang berbaur dengan pemilik rumah, kemudian ngobrol banyak hal tentang seni budaya dan tradisi tembakau dengan melinting tembakau menjadi ciri khasnya.

Embung Kledung
Destinasi yang terletak di kawasan Temanggung Barat dan menjadi daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Wonosobo ini layak untuk dikunjungi.

Destinasi yang cocok dinikmati bersama keluarga ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan dari sisi barat. Ketika cuaca terang, latar belakang Embung (Danau Buatan) ini adalah Gunung Sindoro dan Sumbing.

Embung atau Danau buatan yang menjadi tempat penampungan air hujan ini didirikan dari lahan bekas kebun tembakau dengan luasan 83X83 meter. Di embung ini terdapat ikan air tawar yang besar-besar. Harga tiket masuknya hanya Rp10 ribu per kunjungan.

Posong
Bak semesta merestui. Alam Posong begitu indah. Sebagai wisatawan, kalian akan merasa di “intimidasi” oleh kegagahan gunung Sindoro dan Sumbing. Betapa tidak, Posong berada persis di poros tengah 2 gunung ini.

Bahkan dari titik gardu pandang, wisatawan dapat melihat 7 gunung sekaligus; Sindoro, Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Prau dan Ungaran. Suhu rata-rata di siang hari antara 10-15 derajat. Perlu jaket tebal untuk menjaga tubuh tetap hangat.

Posong berada di ketinggian 1800 mdpl. Kawasan ini pun menawarkan paket wisata komplit mulai dari paket yang menggunakan glamping dengan kapasitas 7 orang, maupun dome atau tenda dengan kapasitas antara 3-4 orang. Pihak pengelola hanya mengenakan tariff Rp20 ribu untuk wisatawan sekali masuk.

Ambar menambahkan, one day tour ini ingin menyampaikan bahwasannya Temanggung sudah siap menerima kunjungan wisatawan dan diharapkan mampu mengangkat kembali jumlah kunjungan yang sempat terjun bebas akibat pandemi Covid-19.

About Pasha

Check Also

Indonesia Berharap ‘ATF 2022’ di Kamboja Bangkitkan Ekonomi Kawasan ASEAN

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berperan aktif melalui …

Leave a Reply