hitcounter
Sunday , November 28 2021

Nilai Norma Kesopanan di Ruang Digital di Tengah Kemajemukan

Pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta, dengan pengguna media sosial aktif sebanyak 170 juta. Bisa dibayangkan bagaimana dengan keragaman karakter, usia, perbedaan gender, tingkat pendidikan masyarakat digital di dalamnya bisa hidup berdampingan dalam tatanan sosial yang memiliki etika digital.

“Peningkatan masyarakat yang melek digital ini tak barengi kecakapan penggunanya, terutama dalam hal etika berkomunikasi di dunia maya,” kata Vivi Andriyani, Marcom Manager Bumbubumbuku saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, Kamis (18/11/2021).

Belum lagi anonimitas di dunia maya sangat bisa terjadi sebab tak semua orang menggunakan nama atau akun asli. Tak dapat dipungkiri, fenomena penggunaan ruang digital dengan adanya perbedaan profil pengguna bisa membuat interpretasi informasi menimbulkan masalah atau konflik akhirnya muncul hoaks, ujaran kebencian, hingga isu negatif yang menjadi viral.

Dia mengatakan, meskipun tak berjarak dan bertatap muka, etika dalam berkomunikasi di ruang digital tetap harus dipahami para pengguna. Bahkan menurut Vivi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun mengeluarkan etiket dalam bermedia sosial. Meskipun tak berjarak dan bertatap muka, etika dalam berkomunikasi di ruang digital tetap harus dipahami para pengguna. Bahkan menurut Vivi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun mengeluarkan etiket dalam bermedia sosial, antara lain:

1.Hati-hati dalam menyebarkan informasi pribadi di internet.

2.Tetap gunakan etika saat berinteraksi dengan siapapun di internet.

3.Berhati-hati terhadap akun tidak dikenal.

4.Pastikan unggahan di media sosial tidak mengandung atau menyinggung SARA yang sangat sensitif.

5.Tak kalah penting, media sosial seharusnya digunakan untuk hal positif seperti membangun relasi.

6.Perhatikan etika saat mengunggah sesuatu dengan menulis sumber foto atau kutipan.

7.Tidak mengunggah sesuatu yang tidak jelas sumbernya untuk menghindari hoaks atau berita palsu.

8.Mengambil sisi positif media sosial, maka pergunakan media sosial untuk proses pengembangan diri.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Maria Ivana, Graphic Designer JCO, Elvira Fitri, Manager External Student Affairs Universitas Muktimedia Nusantara, Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id dan Nyimas Indriana, Food & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply