hitcounter
Tuesday , October 22 2019
Home / Berita Hotel / Moratorium Pembangunan Hotel Di Bali
Moratorium pembangunan hotel di Bali. Istana Tampak Siring Bali
Pesatnya pembangunan hotel di Bali selatan membuat obyek wisata di daerah Bali lain tak begitu ramai dikunjungi wisatawan, seperti pemandian di Istana Tampak Siring ini. Foto: Vakansi

Moratorium Pembangunan Hotel Di Bali

Tak dimungkiri lagi bahwa Bali merupakan pusat wisata di Indonesia. Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan nusantara, tapi Bali juga ramai dikunjungi wisatawan asing. Sayangnya, keramaian tersebut mayoritas terpusat di daerah Bali selatan, yakni di kawasan Legian, Kuta, dan Seminyak. Karena itu, tak heran apabila di Bali selatan tumbuh pesat hotel dan jenis akomodasi lain bak jamur di musim hujan. Menanggapi hal tersebut, Kamar Dagang Industri (Kadin) Provinsi Bali mendesak Pemerintah Provinsi Bali untuk memberlakukan moratorium pembangunan hotel dan jenis akomodasi lain di Bali selatan.

Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, Ketua Kadin Bali, mengatakan bahwa ia telah menyampaikan moratorium pembangunan hotel tersebut yang berisi desakan agar pembangunan hotel dan akomodasi sejenisnya di Bali selatan dihentikan untuk sementara. Ia juga berharap agar pembangunan akomodasi tersebut diarahkan ke Bali barat, Bali timur, dan Bali utara.

Pesatnya pertumbuhan akomodasi di Bali selatan menimbulkan beberapa dampak negatif. Pertama, keadaan infrastruktur dan lingkungan di Bali selatan yang menjadi sangat padat dan tidak ramah terhadap lingkungan sekitar, misalnya jumlah sampah, pembuangan limbah hotel, dan turunnya permukaan tanah.

“Moratorium pembangunan hotel tersebut akan berlangsung minimal 10 tahun. Selama waktu tersebut, pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota di Bali selatan akan menata kembali infrastruktur dan lingkungan di Bali selatan sehingga moratorium pembangunan hotel itu bisa dicabut kembali,” ujar Wiraputra. “Jangan tambah dulu pembangunan (hotel) di Bali selatan. Daya dukung lingkungan, kebutuhan air bersih, sampah, dan limbah yang dihasilkan sudah cukup tinggi.”

Kedua, berlimpahnya jumlah akomodasi di Bali selatan membuat persaingan antar-hotel menjadi tidak sehat. Setiap hotel akan berlomba-lomba memberikan harga termurah atau fasilitas terbaik agar tamu mau berkunjung. Selain itu, tingkat hunian hotel pun akhirnya menurun karena lebih banyak jumlah hotel dibandingkan jumlah wisatawan yang datang. Pada akhirnya, hotel yang tidak cukup kuat bertahan akan gulung tikar.

Ketiga, tidak adanya pemerataan ekonomi di daerah lain. Dengan terpusatnya pembangunan infrastruktur dan hotel di Bali selatan, para turis pun mau tidak mau akan lebih banyak menghabiskan waktu di Bali selatan. Padahal, obyek wisata di Bali utara dan Bali timur tak kalah menariknya dengan di Bali selatan. Kalaupun ada wisatawan yang berwisata ke Bali utara atau Bali timur, mereka tidak menginap di daerah tersebut, melainkan kembali lagi pada sore atau malam hari ke Bali selatan.

Data dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan (BPMP) Provinsi Bali menunjukkan total realisasi investasi di Pulau Bali pada 2015 mencapai Rp25,8 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp18,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp6,8 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan sebesar 66 persen dibandingkan pada tahun 201 yang hanya Rp8,9 triliun.

Realisasi investasi di Bali Selatan sangat mendominasi, khususnya di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Totalnya mencapai Rp22 triliun, atau 85 persen dari total keseluruhan. Sementara itu, investasi di wilayah lain, seperti Kabupaten Karangasem, Jembrana, dan Buleleng, hanya kurang dari Rp500 miliar.

I Ketut Sudikerta, Wakil Gubernur Bali, berharap dukungan pendanaan bagi pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota melalui pembangunan infrastruktur yang didanai APBN bisa terealisasi, antara lain untuk membangun lima unit jalan pintas di mana empat unit di antaranya akan menghubungkan Bali utara dan Bali barat. “Jalan itu akan mempersingkat waktu tempuh ke dua wilayah tersebut dari tiga jam menjadi satu jam 20 menit. Harapannya, lebih banyak wisatawan berkunjung ke Bali utara,” ujar Sudikerta.

Novotel Samui Resort, Novotel Pertama di Samui

About admin

Check Also

Accor Super Sale Beri Diskon 30% dan Sarapan Gratis

Menjelang akhir tahun, semua orang memikirkan tujuan liburan mereka selanjutnya, dan beruntungnya Accor Super Sale …

Leave a Reply