hitcounter
Wednesday , April 17 2024
MICE di Medan
Danau Toba di Sumatra Utara. Foto: Flickr/Madeleine Deaton

MICE Di Medan Susah Berkembang

Kurangnya kreativitas untuk mengadakan event atau pameran berskala internasional membuat sektor MICE di Medan susah untuk berkembang.

MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition) merupakan sektor yang memberikan dampak sangat luas terhadap perekonomian suatu daerah, sebab sektor MICE melibatkan banyak hal. Karena itu, di luar negeri, MICE lebih diprioritaskan dibandingkan wisata biasa. Kementerian Pariwisata pun telah menetapkan 16 kota MICE di Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan, salah satunya adalah Medan.

Namun, sayangnya, MICE di Medan kekurangan event maupun pameran internasional karena kurangnya kreativitas stakeholder di sana dan belum adanya rencana strategis pengembangan MICE di Medan oleh Pemprov Sumatra Utara.

Syahputra Edi Sitepu, Pengelola Program D4 MICE Politeknik Negeri Medan, mengatakan, penyebab lain sulitnya MICE di Medan untuk berkembang adalah faktor kenyamanan dan keamanan.

Menurut Syahputra, selama ini kegiatan MICE di Medan selalu menggunakan budget dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang terbatas. Sebagai contoh, Dinas Pariwisata Sumatra Utara memiliki anggaran sekitar Rp32 miliar untuk tahun 2016, tapi dari uang sebanyak itu tidak ada yang diperuntukkan bagi pengembangan MICE. Selain itu, SDM (Sumber Daya Manusia) yang mengerti akan MICE juga masih terbatas di Medan. Padahal, Sumatra Utara, terutama Medan, memiliki potensi wisata MICE yang cukup besar.

Salah satu event MICE rutin yang terbesar di Sumatra Utara adalah Festival Danau Toba. Namun, beberapa pelaku industri MICE di Medan mengeluhkan kurang berhasilnya Festival Danau Toba, antara lain kurangnya promosi ke wisatawan internasional, tidak jelasnya nilai tambah produk yang ditawarkan kepada wisatawan, target wisatawan yang tidak jelas apakah untuk wisatawan domestik atau wisatawan mancanegara, dan waktu penyelenggaraan acara yang cukup singkat, yakni hanya satu minggu.

Selain itu, kapasitas kamar pun kurang memadai. “Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pengambil kebijakan harus segera buat sesuatu yang baru taking the baby steps,” ujar Tandeanus Sukardi, pelaku industri MICE di Medan.

Konsep baby steps itu dimulai dari hal-hal kecil yang memiliki dampak besar dan memiliki reputasi positif. Misalnya, pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata sama-sama mengidentifikasi kegiatan MICE dan pameran yang cocok diadakan di Medan.

Kunjungan Turis ke Filipina Tumbuh Dua Digit

About admin

Check Also

Perputaran Ekonomi Saat Momen Libur Lebaran 2024 Diproyeksikan Mencapai Rp276,11 Triliun

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memproyeksikan perputaran …

Leave a Reply