hitcounter
Wednesday , July 24 2024

Mewaspadai Kejahatan Cyber dengan Menjaga Data Pribadi

Pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 202,6 juta jiwa dengan 170 juta orang yang telah aktif di media sosial. Pertumbuhan pengguna internet tersebut membuat terbentuknya budaya digital di masyarakat, karena penggunaan teknologi digital yang massif. Bayangkan saja hampir sepertiga hari atau 8 jam lebih digunakan untuk aktivitas di internet.

Eko Ariesta, Founder & CEO Enterpro.id encarnya teknologi dan internet sebagai bagian hidup manusia modern sekarang, membuat potensi ancaman pencurian data pribadi melalui internet. “Setidaknya ada empat hal yang mengancam keamanan data pribadi seseorang di internet,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I (26/10/2021).

Hal pertama data pribadi bisa digunakan untuk kriminal, data korban digunakan pelaku untuk melakukan aktivitas kriminal misalnya penyelundupan narkoba, aksi teror, alibi pembunuhan dan tindak kriminal lainnya. Selain itu data pribadi yang dicuri juga dapat disalahgunakan untuk penyamaran, dengan cara data korban digunakan pelaku sebagai identitas barunya seperti imigran gelap, mata-mata, bahkan pencemaran nama baik.

Jenis kejahatan ini juga dapat merugikan  di sisi finansial. Data pribadi yang dicuri pun bisa digunakan pelaku untuk menguras keuangan korban atau relasi korban. Misalnya dalam bentuk pencurian kartu kredit, mengambil kredit, penipuan, maupun pemerasan. Selanjutnya di sisi medis data pribadi seseorang juga bisa digunakan untuk kebutuhan medis, misalnya pemalsuan hasil laboratorium dan ketergantungan akan obat-obat tertentu.

“Cara menghindarinya hal yang bisa kita lakukan adalah melindungi apa yang ada di dalam genggaman kita,” kata Eko.

Lebih lanjut dia mengatakan, data pribadi dalam bentuk dokumen tidak penting yang sudah tidak digunakan sebaiknya dihancurkan. Di dunia online untuk melindungi data pribadi gunakan password dengan kombinasi angka dan huruf besar kecil sert simbol. Kode OTP merupakan kunci, sehingga jangan sembarangan untuk memberikannya.

Dia berpesan agar membiasakan diri bijak saat menggunakan media sosial dan saat akan menjual handphone jangan lupa untuk factory reset agar semua data Anda hilang dan tidak disalahgunakan orang tak dikenal. Begitu juga saat browsing menggunakan komputer umum gunakan private browsing atau incognito mode  dan selalu log out. Ketika akan membeli device atau perangkat baru maka carilah yang memiliki keamanan finger print-nya atau biometriknya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Muhammad Arifin, dari Relawan TIK Indonesia, Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director, Aisyiah Ulfah, Guru TK Bina Harapan Cinere, dan Andi S, seorang Medical Doctor & Health Educator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Impresi Aero Aswar Pakai Galaxy Z Fold6: Experience Baru, Like Never Before!

Jakarta, Vakansi – Animo pengguna usai peluncuran Galaxy Z Fold6 | Z Flip6 terus mendapat …

Leave a Reply