hitcounter
Sunday , November 28 2021

Merespons Perubahan Akibat Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan Adaptasi Digital Skills

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah pola hidup, cara bekerja dan hubungan manusia. Pemanfaatan teknologi digital juga mendorong otomasi dan pertukaran data yang cepat, mengubah peran manusia yang dapat digantikan robot.

“Dengan begitu perlu adanya pemahaman untuk peduli dan siap menghadapi sekaligus merespons kecepatan perubahan-perubahan tersebut,” kata Lucy Willar, Founder & COO iCanStudioLive saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, pada Kamis (18/11/2021).

Media digital berkembang dengan saluran digital lewat berbagai platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube hingga TikTok. Media sosial tersebut merupakan media daring yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh, memungkinkan penggunanya mendapatkan informasi melalui jaringan internet. Setiap individu akhirnya harus mengenal dan memanfaatkan media digital sebagai sarana melindungi keluarga dari dampak negatif internet.

Dari kondisi tersebut ada risiko dan tantangan yang harus dihadapi orangtua di era digital. Yakni dengan adanya akses internet, wifi gratis dan kuota internet yang murah membuat seseorang bebas berkoneksi tanpa ada aturan. Selain itu, orangtua zaman sekarang dihadapkan pada anak-anak yang merupakan generasi digital native sudah akrab dengan teknologi sejak lahir dan lebih pintar menggunakan teknologi daripada orangtuanya.

Ancaman terhadap hal negatif yang bisa timbul dari kemudahan akses internet juga menyasar pada kekerasan seksual di dunia maya. Di mana kekerasan berbasis gender online telah difasilitasi teknologi, jejak digital korban yang tersebar di internet pun sulit dihapus. Sehingga setiap orang di era dengan kemajuan teknologi yang pesat ini harus mendapatkan literasi digital yang mumpuni untuk menghadapi semua tantangan tersebut.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Ema Mukarrahma, seorang Aktivis, Triantono, Dosen Universitas Tidar Magelang, Ninik Rahayu, Tenaga Profesional Lemhamnas RI 2021, dan Janna S. Joesoef, Creative Director Ghea Resort.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply