hitcounter
Monday , June 1 2020
Home / Cerita Wisata / Merayakan Hari Perempuan Internasional dengan Napak Tilas Perjalanan Perempuan Ikonis Sepanjang Sejarah

Merayakan Hari Perempuan Internasional dengan Napak Tilas Perjalanan Perempuan Ikonis Sepanjang Sejarah

Hari Perempuan Internasional dirayakan di seluruh dunia pada 8 Maret. Momen inspiratif ini memberikan dunia satu hari untuk memfokuskan upaya dan ambisinya untuk kesetaraan gender di seluruh penjuru, serta menciptakan peluang untuk mengakui dan merayakan para perempuan pahlawan sepanjang sejarah yang telah mengambil langkah berani untuk mendobrak batas, meninggalkan jejak, dan membuka jalan bagi generasi mendatang.

Dengan misi untuk mempermudah semua orang menjelajahi dunia, Booking.com, merayakan Hari Perempuan Internasional dengan menghadirkan daftar perempuan dari seluruh dunia yang melawan ekspektasi dan stereotip, serta berbagai destinasi tempat mereka mencetak sejarah atau tempat kisah mereka bermula.

Riset Booking.com mengungkap bahwa setidaknya 1 dari 10 perempuan global (16%) ingin solo traveling pada tahun 2020. Itulah sebabnya sekarang adalah kesempatan yang tepat untuk mencari inspirasi perjalanan, sembari membiarkan kebebasan dan kepercayaan diri serta peninggalan para perempuan ikonis ini menuntun Anda.

Raden Ajeng Kartini

Pada 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini yang melambangkan pemberdayaan perempuan dan mengingatkan kita bahwa perempuan dan laki-laki itu setara. Kartini adalah pahlawan Indonesia ternama dari Jawa yang dikenal sebagai pelopor di bidang pendidikan dan pembela hak-hak bagi perempuan. Pada masa perjuangannya, Kartini membangun sekolah untuk mendidik perempuanperempuan muda untuk rajin membaca, menulis dan memiliki keterampilan-keterampilan penting serta pengetahuan baru.

Sepeninggal Kartini, sekolah khusus perempuan dibangun oleh Yayasan Kartini (Kartini’s Foundation) di Semarang, Ibu kota provinsi Jawa Tengah, pada 1912 dan diikuti oleh beberapa sekolah lainnya di berbagai penjuru Indonesia. Presiden Soekarno mendeklarasikan tanggal 21 April sebagai hari libur nasional sebagai pengingat atas jasa Kartini yang sudah memperjuangkan kesetaraan hak para perempuan dalam mendapatkan peluang pendidikan yang sama.

Michelle Obama

Dibesarkan di Chicago, Illinois, Michelle mengawali kariernya di bidang hukum setelah lulus dari Universitas Princeton dan Sekolah Hukum Harvard. Tahun 2009 ia pindah ke Washington, D.C., ketika suaminya menjabat sebagai presiden di Gedung Putih. Untuk merayakan Michelle yang memperjuangkan bangsa yang lebih sehat, peluang pendidikan, bahkan mode dan desain klasik Amerika, tidak ada salahnya Anda napak tilas ke beberapa kota ikonis di AS ini. Anda tidak akan sendirian, karena menurut riset Booking.com, sebanyak 24% traveler global perempuan berencana untuk bepergian ke Amerika Utara1 pada tahun 2020. Jadi mengapa tidak sekalian mengikuti jejak keluarga Obama?

Frida Kahlo

Sebagai seniman dan ikon feminis asal Meksiko, Frida Kahlo paling dikenal berkat karya-karya potret dirinya yang beraliran folk-art dan memadukan elemen realisme dan surealisme. Frida adalah bagian dari gerakan Mexicayotl pasca revolusi di awal abad ke-20 yang berupaya untuk mendefinisikan identitas Meksiko. Karyanya terus menginspirasi budaya pop dan mengangkat topik identitas, pasca kolonialisme, gender, golongan dan ras dalam masyarakat Meksiko.

Frida menghabiskan sebagian besar hidupnya tinggal di rumah keluarganya di Coyoacán, Mexico City, yang kini dikenal sebagai rumah biru dan dibuka untuk umum sebagai Museum Rumah Frida Kahlo. Frida juga terkenal karena hubungannya dengan sesama seniman Meksiko, Diego Rivera, yang ia nikahi tahun 1928. Pada tahun 1930 Frida dan Diego pindah dari Meksiko untuk menetap di San Francisco, AS, dimana Frida memamerkan lukisan “Frida and Diego Rivera” di pameran tahunan San Francisco Society of Women Artists yang keenam. Beberapa tahun kemudian mereka kembali ke Meksiko.

Marie Curie

Marie Curie dikenal sebagai perempuan pertama yang mendapatkan Penghargaan Nobel, dan merupakan satu-satunya perempuan yang memenangkannya dua kali hingga saat ini. Marie adalah ahli fisika dan kimia yang melakukan riset gebrakan tentang radioaktivitas (istilah yang ia ciptakan dan kembangkan teorinya). Ia juga menemukan elemen-elemen polonium dan radium, serta teknik untuk mengisolasi isotop radioaktif. Marie Curie lahir di Warsaw, Polandia, dan kemudian pindah ke Paris, Prancis, di mana ia menjadi profesor perempuan pertama di University of Paris.

Ia juga mendirikan Curie Institutes di Paris dan Warsaw, yang hingga kini masih menjadi pusat penelitian penting, dan destinasi yang sempurna bagi mereka yang ingin napak tilas perjalanan rintisan Marie.

Cleopatra

Figur ikonis dalam sejarah kuno, Cleopatra adalah penguasa aktif terakhir dari Kerajaan Ptolemaic di Mesir. Dikenal akan kecantikan dan kepandaiannya, ia merupakan pemimpin yang terpelajar dan menguasai beberapa bahasa. Di bawah kepemimpinannya Cleopatra mengamankan beberapa aliansi militer dan hubungan romantis yang telah digambarkan dalam berbagai karya seni dan dramatisasi tentang hidupnya, menjadikannya ikon perempuan dalam sejarah.

Peninggalan Cleopatra paling terkenal dikaitkan dengan ibu kotanya, Alexandria, Mesir. Meski kota glamor kuno yang ia kenal tidak ada lagi, Alexandria yang modern masih memiliki pelabuhan indah yang menghadap Laut Mediterania. Cleopatra juga dikenang karena sempat bergabung dengan Julius Caesar di Rome, Italia, di mana sang kaisar mendedikasikan sebuah patung untuknya di kuil Venus Genetrix.

Eropa masuk ke agenda teratas bagi banyak traveler perempuan tahun ini. Riset Booking.com mengungkapkan bahwa 63% traveler perempuan berencana untuk pergi ke Eropa2020 pada tahun 2020.

Anasuya Sarabhai

Anasuya adalah pelopor gerakan buruh perempuan di India yang didukung oleh Mahatma Gandhi.Mereka kemudian bersama-sama menetapkan persatuan buruh Gujarat tertua untuk pekerja tekstil. Persatuan tersebut kemudian berkembang menjadi Self-Employed Women’s Association of India (SEWA) yang didirikan oleh Ela Bhatt, anak didik Anasuya. Booking.com juga menemukan bahwa 33% traveler global perempuan berencana untuk pergi ke Asia1 tahun ini, dan mereka yang pergi ke India akan dapat merasakan kehidupan sebagai perempuan modern India berkat perjuangan Anasuya.

Anasuya adalah seorang yatim piatu sejak kecil dan lahir di Ahmedabad, India, kota terbesar dan bekas ibu kota negara bagian Gujarat. Ia kemudian pergi ke Inggris untuk mempelajari ilmu pengobatan tapi kemudian beralih ke London School of Economics (LSE). Selama di London, ia mendapatkan banyak pengaruh dan inspirasi dari gerakan pendukung hak pilih perempuan.

 

About Pasha

Check Also

Cerita Kreativitas, Kewaspadaan dan Ketekunan Melawan Virus Corona ala Hong Kong

Sejak kasus pertama COVID-19 dikonfirmasi pada awal tahun ini, Hong Kong telah menyaksikan warganya, perusahaan …

Leave a Reply