hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Menyikapi Anak yang Kecanduan Gawai

Sebanyak 1088 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 12 Juli 2021 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Mengenal Aplikasi Percakapan”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Dewi Sartika Sari selaku Kepala Eksekutif Sekretariat Mafindo, Rovien Aryunia selaku anggota Mafindo, Jamaluddin selaku pegiat literasi digital Gowa, dan Andi Bau Senja Marlia Bellina selaku pemengaruh. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Fadel Karnen. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Dewi Sartika Sari yang membawakan tema “Mengenal Aplikasi Percakapan”. Dewi memaparkan, beberapa aplikasi yang umum digunakan di Indonesia adalah Whatsapp, Facebook Messenger, Telegram, LINE, dan Instagram Messenger. Aplikasi-aplikasi tersebut juga dapat menunjukkan generasi seseorang. “Contohnya, generasi muda saat ini lebih sering menggunakan Instagram Messenger sebagai sarana berkomunikasi,” kata Dewi.

Sesi dilanjutkan oleh Andi Bau Senja Marlia Bellina yang membawakan tema “Etika Berjejaring”. Senja menghimbau masyarakat untuk menjunjung etika dalam berkomunikasi di dunia digital. “Internet dan media sosial memang bebas diakses dan digunakan oleh masyarakat, namun tidak serta merta menghapuskan batasan atau norma sosial yang berlaku di dunia nyata,” tegasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Rovien Aryunia, membawakan tema “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Dalam sesinya, Rovien mengajak masyarakat untuk menerapkan netiket atau tata krama dalam menggunakan internet. Selain itu, Rovien juga membagikan beberapa tips dalam menyuarakan pendapat di dunia digital seperti menjaga privasi orang lain dan memberi komentar yang sopan.

Adapun Jamaluddin, selaku pemateri terakhir, membawakan tema “Tips Menjaga Keamanan Digital bagi Anak-anak di Dunia Maya”. Jamaluddin menjelaskan beberapa tanda kecanduan gawai pada anak, seperti enggan melepas gawai, bermain gawai lebih dari 6 jam, cenderung bersikap antisosial, dan mengalami gangguan jam tidur.

Setelah pemaparan materi dari narasumber, acara dilanjutkan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Salah satu peserta, Sekar, bertanya tentang apa yang harus dilakukan orangtua jika anak kecanduan permainan daring. Menanggapi pertanyaan itu, Jamaluddin mengatakan bahwa orangtua harus membatasi penggunaan gawai sesuai dengan umur anak. Dalam webinar tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply