hitcounter
Wednesday , August 17 2022

 Menyadari Etika saat Berinternet Warga Digital

Penetrasi pengguna internet meningkat di seluruh dunia dan kini sudah mencapai 4,66 miliar atau lebih dari setengah populasi global. Kehadiran dan pertumbuhan internet ini, akhirnya menjadi bentuk komunikasi massa. Budaya digital lalu terbentuk karena penggunaan teknologi digital secara masif.

Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking & Founder IMan KoMunika mengatakan digitalisasi menawarkan dunia baru, dengan berbagai faktor negatif dan positifnya. Setiap orang bisa memanfaatkan untuk kepentingan ekonomi, seperti fungsi digital marketing yang kini menjadi ranah content creator.

“Jika setiap orang dapat menemukan nilai, segmen, dan posisi di dunia digital maka individu tersebut akan mendapatkan manfaat dari internet,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kota Bekasi, Jawa Barat I, Kamis (25/11/2021).

Adapun budaya berinternet dengan etika memberikan pedoman atau kode perilaku tidak tertulis yang mengarahkan individu untuk bertindak secara tepat dan membuat pilihan yang benar. Para penggunanya perlu membuat pilihan-pilihan secara sadar, tidak sembarangan dalam mengunggah atau berbagi hal di internet. Termasuk ketika berkomentar dan mengunggah ulang suatu informasi yang belum tentu benar.

Selanjutnya mengenai etika digital ada beberapa hukum dan norma yang harus dipelajari dan disadari, sebab ada konsekuensi tindakan dan keberadaan individu di ruang digital. Bahasa sendiri sebenarnya satu kesatuan dengan membaca dan berbicara, sebab itu mengenai tanda baca pahami angka, huruf, dan simbol.

Berbahasa yang baik dan benar harus menjadi perhatian setiap pengguna karena mencerminkan karakter seseorang di dunia digital. Sebab setiap orang kini bisa berbicara lewat teks di media sosial tanpa terlihat namun bagaimana pun biasakan untuk menerapkan etika dan keberadaan orang lain di ruang digital.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dee Ferdinand, B2B Digital Strategy Coach, Nikita Dompas, Produser & Music Director, Rino dari Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma, dan Inge Indriani, Founder Bumbukatjangkoe.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Redmi 10 5G Hadir di Indonesia

Jakarta, Vakansi – Xiaomi, perusahaan elektronik dan teknologi pintar yang berfokus pada smartphone, perangkat pintar, …

Leave a Reply