hitcounter
Sunday , November 28 2021

Menjangkau Pelanggan Baru dengan Iklan Digital

Pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 202,4 juta, dengan pertumbuhan 27 juta selama pandemi berlangsung. Di dalamnya ada potensi yang datang dari media sosial, dengan jumlah pengguna aktifnya yang telah mencapai 170 juta dan rata-rata menggunakan media sosial 3 jam 14 menit per hari.

Daniel Hermansyah CEO of Kopi Chuseyo mengatakan dengan fakta tersebut iklan digital menjadi cara baru yang lebih efektif menjangkau target pelanggan. Berbagai platform media sosial bisa digunakan sebagai sarana digital marketing

“Tanpa diduga TikTok ternyata bisa menghasilkan jumlah penonton lebih banyak dan TikTok bukan sekadar aplikasi joget saja,” ujarnys saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Rabu (17/11/2021).

TikTok bahkan bisa digunakan untuk branding sebuah bisnis. Caranya pemilik bisnis membuat konten video unik yang sekiranya akan viral. Sehingga tak ada salahnya mencoba memanfaatkan platform baru tersebut. Dia mengatakan dengan tujuan digital marketing sebuah bisnis harus mempelajari bagaimana brand bisa dikenal dulu oleh khalayak.

Brand besar pastinya memiliki budget untuk beriklan, namun untuk bisnis skala pemula tentunya saat ini media sosial yang penggunanya sebagian besar milenial menjadi sarana yang mudah dan murah, serta akan langsung tepat sasaran. Saat sebuah bisnis sudah memasuki ruang lingkup digital, membuat upaya digital marketing di media sosial dan sudah memiliki toko di marketplace selanjutnya adalah merawat brand awareness.

Begitu pembeli ada ketertarikan dengan produk tentu saja harus ada admin di media sosial yang membalas. Pesan yang masuk di direct massage harus cepat dibalas, begitu juga pesanan dan pertanyaan yang datang di toko marketplace. Sehingga pemilik bisnis jangan ragu mempekerjakan orang untuk mengurus hal tersebut agar bisnis cepat berkembang, namun jika belum bisa sebagai pemilik bisnis seseorang tentunya harus ekstra dalam menjangkau pelanggan baru.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Vivi Andriani Marcom Bumbubumbuku, Maria Natasya, Internal Communication Strategic Planner CIMB Niaga, Taufik Hidayat, Dosen Fakultas Teknik Universitas Syekh Yusuf, dan Nyimas Pertiwi, seorang Model.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply