hitcounter
Sunday , November 28 2021

Menjangkau Pelanggan Baru dengan Iklan Digital di Media Sosial

Pengguna internet di Indonesia kini mencapai 202,4 juta, dengan pertumbuhan 27 juta selama setahun pandemi. Selain itu ada potensi yang datang dari media sosial, dengan jumlah pengguna aktifnya yang telah mencapai 170 juta dan rata-rata mereka menggunakan media sosial 3 jam 14 menit per hari.

Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo mengatakan, akhirnya di era ini iklan digital menjadi cara baru yang lebih efektif menjangkau target pelanggan para pemilik bisnis. Berbagai platform media sosial dapat digunakan sebagai sarana digital marketing, tanpa diduga TikTok ternyata bisa menghasilkan jumlah penonton lebih banyak dan TikTok bukan sekadar aplikasi joget saja tetapi bisa digunakan untuk branding sebuah bisnis.

“Para pemilik bisnis bisa membuat video unik yang sekiranya akan viral tak ada salahnya dengan platform baru tersebut,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I pada Selasa (2/11/2021).

Dia mengatakan dengan tujuan marketing sebuah bisnis harus mempelajari bagaimana brand bisa dikenal dulu oleh khalayak. Brand besar pastinya memiliki budget untuk beriklan, namun untuk bisnis skala pemula tentunya saat ini media sosial yang penggunanya sebagian besar milenial menjadi sarana yang mudah dan murah, serta akan langsung tepat sasaran.

Ketika sebuah bisnis sudah memasuki ruang lingkup digital, membuat upaya digital marketing di media sosial dan sudah memiliki toko di marketplace selanjutnya adalah merawat brand awareness. Saat pembeli ada ketertarikan dengan produk tentu saja harus ada admin di media sosial yang merespons. Pesan yang masuk di direct massage harus cepat dibalas, begitu juga pesanan dan pertanyaan yang datang di toko marketplace. Jangan ragu mempekerjakan orang untuk mengurus hal tersebut agar bisnis cepat berkembang, namun kalau belum bisa sebagai pemilik bisnis seseorang tentunya harus ekstra dalam melayani pelanggan baru.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Depi Agung, seorang Pegiat Literasi, Mona Ratuliu, Founder ParenThink, Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist, Inge Indriani Bakrie, Founder Bumbukatjangkoe.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply