hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Menjaga Data Pribadi Di Ruang Digital

Apapun bisa kita lakukan hanya dalam genggaman di era digital. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pengguna telepon seluler di masyarakat Indonesia, bahkan melebihi populasi yang ada.

Dalam smartphone yang menyajikan banyak hal, banyak tersimpan berbagai data-data penting, seperti identitas diri, data perbankan, dan lainnya.

“Kita perlu menjaga banyak hal sehingga tidak terjadi hal-hal berbau kejahatan digital yang berpotensi terjadi. Karena data kita bisa dimanfaatkan orang dengan berbagai macam cara,” imbau Rizky Ardi Nugroho seorang Entrepreneur, Podcaster, dan juga YouTuber, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) siang.

Di samping itu, menjaga privasi dan data pribadi bisa melindungi kita dari ancaman di masa depan hingga menjaga karier saat ini. Berkaitan dengan privasi dan data, pengaturan di media sosial kita pun bisa membahayakan terlebih jika mencantumkan informasi pribadi di dalamnya.

Ia mengatakan, ketika kita tidak menutup celah tersebut dengan membuatnya menjadi privat, hal itu masih bisa terlihat orang lain. Tidak hanya berdampak pada keamanan penggunanya, media sosial bisa membuat kecanduan hingga mempengaruhi kesehatan fisik dan jiwa.

Kita bisa mengakalinya dengan membatasi waktu penggunaan media sosial. Hal ini bisa memanfaatkan fitur daily reminder pada beberapa aplikasi di media sosial.

“Selain menjaga sosial media, kita perlu juga menjaga perangkat kita. Seperti yang sudah dibilang, hampir semua hidup kita ada di handphone dan laptop,’ jelasnya.

Cara menjaga perangkat pribadi, kita bisa mengaktifkan password dan mengubahnya secara berkala, menggunakan two factor authentication, menggunakan software original untuk menghindari malware, selalu update pembaruan aplikasi yang digunakan, serta paham menggunakan fitur find my phone untuk keadaan darurat.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021) siang, juga menghadirkan pembicara Zacky Badrudin (Founder Visquares Digital Event Platform), Ipan Zulfikri (Ketua RTIK Kota Tasikmalaya), Tetty Kadi (DPR RI 2009-2014), dan Clarissa Purba sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply