hitcounter
Saturday , July 13 2024

Menjadi Warganet Kritis, Menghindari Terpapar Bahaya Hoaks

Perkembangan zaman dengan transformasi digital yang membawa kemajuan teknologi membuat individu harus mengimbangi kemampuan dirinya. Tak sekadar bisa menggunakan teknologi, terkait merebaknya hoaks di tengah banjir informasi setiap orang perlu membekali diri dengan literasi digital yang meliputi memilah, menganalisa dan mengevaluasi sebuah informasi yang ada di internet.

“Perkembangan digital ini pesat sekali dan kita harus bisa mengimbanginya. Bukan hanya supaya tidak ketinggalan tapi juga ada rambu-rambu dan batas,” kata Ana Agustin Managing Partner di Indonesia Global Lawfirm, saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, Rabu (13/10/2021).

Seperti dalam menyaring berita palsu atau hoaks yang bertebaran ada di internet. Seperti tidak ada kesesuaian antara judul dengan isi berita, isi konten berita yang menggiring ke suatu opini, konten berita diplintir, serta isinya satir atau mengecoh. Ada pula yang ternyata isinya mencatut nama orang penting sebagai nara sumber, termasuk dalam memanipulasi isi konten, namun ternyata ada juga jenis konten yang sengaja dibuat memang isinya palsu.

Lebih lanjut dia mengatakan selama pandemi, hoaks seputar kesehatan seperti vaksin sangat banyak ditemukan. Data persebaran konten hoaks vaksin di Indonesia per 11 Oktober 2021 yang dihimpun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut ada temuan hoaks terkait vaksin sebanyak 352 dalam sehari di tanggal tersebut. Belum lagi hoaks mengenai isu lainnya yang tersebar di platform Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan TikTok. Dengan jumlah terbesar di Facebook mencapai 2.042 hoaks di tanggal tersebut, namun telah dilakukan upaya take down atau penghapusan oleh Kominfo.

Oleh karenanya masyarakat harus jeli dalam menerima informasi dan membaca suatu berita. Sebab bahaya dampak buruk hoaks bisa menjadi pemicu keributan, kecemasan dan kepanikan di masyarakat, karena hoaks biasanya dibuat untuk pengalihan isu dan penipuan publik. Dengan begitu hoaks membuat masyarakat tidak lagi memercayai fakta dan menimbulkan opini negatif.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Diah Ambarwulan, Guru MAN 1 Kota Bekasi, Golda Siregar, Senior Consultant at Power Character, Khalilu Yasir, DM & Adv Analyst dan Randi Rinaldi, seorang Enterpreneur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

MediaTek Berfokus pada AI untuk Kembangkan Teknologi Masa Depan

Jakarta, Vakansi – MediaTek mengungkapkan telah menjadi vendor cipset selular No. 1 dunia selama hampir …

Leave a Reply