hitcounter
Monday , September 20 2021

Menjadi Pemimpin Generasi Milenial di Era Digital

Generasi milenial adalah generasi yang mencapai usia dewasa di masa milenial antara tahun 1980-2000. Generasi ini  dekat dengan penggunaan teknologi karena sejak kecil hingga dewasa familiar dalam menggunakan teknologi.

Sebelum adanya pandemi, mungkin kita terbiasa dengan aktivitas langsung secara tatap muka. Di masa pandemi, kita mengalami beberapa penyesuaian dari aktivitas offline ke online.

Sonny Tirta Luzanil, Counselor Universitas Multimedia Nusantara mengatakan, kebiasaan baru serba online tersebut ternyata meningkatkan pengguna internet di Indonesia. Menurut data per Januari 2021, pengguna internet di Indonesia sebanyak 206,6 juta jiwa. Dengan pengguna paling banyak di usia produktif 15-24 tahun.

“Di era serba online, penggunaan ruang digital ini banyak dipakai untuk keperluan pribadi, keperluan belajar, dan keperluan bekerja,” ungkap Sonny selaku pembicara dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/8/2021).

Keperluan pribadi meliputi hiburan, berkreasi, dan bermain game. Keperluan belajar meliputi pengelolaan dokumen, kelas online, bimbingan online, dan pencarian artikel ilmiah. Lalu, pada keperluan bekerja biasanya digunakan untuk rapat online, mencari informasi terkini, membangun networking, hingga pemasaran.

Familiarnya generasi milenial dengan perkembangan teknologi menjadikan generasi ini yang paling mumpuni dan cepat dalam beradaptasi dengan perubahan, seperti yang terjadi pada masa pandemi seperti ini. Mereka juga mampu bekerja secara cepat dan efisien.

“Dilihat dari segi penduduk, komposisi penduduk saat ini didominasi generasi milenial. Beberapa tahun mendatang kita banyak memiliki pemimpin dari generasi milenial,” tuturnya.

Ia menyampaikan, generasi milenial yang ingin menjadi  pemimpin di era digital butuh 6 kemampuan berikut:

  1. Komunikasi

Kemampuan ini terdiri dari kemampuan menggunakan berbagai alat komunikasi dan fiturnya, di antaranya email, pesan instan, medsos, serta bisa menyampaikan informasi secara jelas dan terorganisir.

  1. Pengambilan Keputusan

Pemimpin milenial harus mampu mengambkl keputusan secara cepat melalui penggunaan teknologi sebagai sumber informasi. Membatasi waktu jangan sampai dalam masalah, cepat dalam mencari solusi serta berani mengambil risiko ambiguitas (sesuatu yang sebenarnya belum jelas).

  1. Mengelola perubahan

Mampu mengelola perubahan situasi yang terjadi secara cepat dan tidak diinginkan. Pemimpin milenial  diharapkan mampu fleksibel, inovatif, dan mengambil risiko, juga fokus terhadap tujuan.

  1. Konektivitas

Bisa membangun relasi di ruang digital, menjaga relasi yang dibangun, juga memanfaatkan media sosial dan platform lainnya, dan memperluas jangkauan melalui ruang digital.

  1. Kemampuan Digital

Mengikuti perkembangan teknologi, membangun budaya belajar terus menerus, kurangnya kemampuan digital bisa menimbulkan kesulitan bersaing di era digital ini.

  1. Kemampuan memimpin

Mampu memimpin di era digital dengan people oriented disertai dengan berpikir teknis. Berkolaborasi dengan tetap memperhatikan kebutuhan orang lain dan memanfaatkan teknologi untuk mencapai tujuan bersama.

Ia mengatakan, menjadi pemimpin ialah menjadi pemeran utama dalam pengembangan budaya digital. Menjadi pemimpin berarti life long learner atau terus menerus belajar mengikuti perkembangan zaman. Pemimpin juga dituntut menjadi role model atau anutan orang di sekitarnya atau orang banyak.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (31/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Hendra Adi Putra (Guru SMK Citra Mutiara Kabupaten Bekasi), Zainal Abidin (Guru SMK Citra Mutiara Kabupaten Bekasi), Bhakti Santana (Divisi Riset EdukasiID), dan Randy Danistha (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply