hitcounter
Sunday , November 28 2021

Meningkatkan Brand Awareness untuk Pelaku Bisnis

Internet telah mengalami perubahan fungsi, pada awal tahun 2010 internet hanya digunakan untuk mencari informasi dan hiburan. Namun kini kedua fungsi tersebut telah berubah menjadi nilai ekonomi yang mendatangkan sumber penghasilan. Kini internet digunakan untuk mempromosikan produk, jasa, maupun sarana branding.

Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning mengatakan, sekarang ini internet sudah berubah fungsinya untuk mendatangkan nilai ekonomi. Nah, jika tidak mengikuti perkembangan saman ini maka dampaknya akan kehilangan dari sisi ekonomi.

“Keahlian digital marketing saat ini digunakan untuk bisnis dan penjualan produk agar bisa maksimal,” ujar saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Selasa (2/11/2021).

Sebab itu para pemilik bisnis, termasuk pelaku UMKM harus belajar agar tidak tertinggal dengan kemajuan cara mempromosikan barang atau jasanya lewat konten di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Twitter, hingg TikTok.

Lebih lanjut dia mengatakan, konten sendiri terbagi menjadi dua yaitu dari segi penulisan dan desain, kedua dari segi ide konten. Ide konten harus menarik dan bagus begitu pun dengan penyajiannya menjadi syarat mutlak sebuah konten bisa berhasil.

Pertama berbicara mengenai ide konten dia memberi rumus A.I.D.A yaitu singkatan dari attention, interest, detail, dan action yang jika dibahasakan menjadi sorotan, ketertarikan, detail dan aksi. Rumus ini sudah dipakai di mana-mana dan terbilang berhasil.

Tips untuk mendapatkan perhatian audiens, menurutnya gunakan kalimat yang memancing rasa penasaran. Gunakan kalimat yang melawan apa yang biasanya terjadi. Pergunakan juga huruf yang mudah dibaca, gunakan warna kontras dan tulisan harus besar.

Selain itu detail konten juga akan memengaruhi dan menjadi aspek penting. Disarankan untuk membuat kata-kata yang to the point, dan penggunaan bahasa konsisten, serta tidak keluar dari konteks, pergunakan warna tegas seperti merah dan hitam, berikan kotak berbeda untuk kata yang penting dan tulisan jangan sampai terlalu mepet ke pinggir.

Saat membuat konten perhatikan juga sisi soft selling, sehingga tidak terang-terangan langsung menawarkan produk. Bisa berikan gratis dulu seperti lewat konsultasi gratis. Tak kalah penting di bagian konten permudah cara orang menghubungi, yaitu dengan mencantumkannya di link bio akun sosial media agar orang yang memerlukannya tidak perlu mencatat lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi,  Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Hesty Maureen, Founder & Principal Paris Dela Mode Fashion School, Idayanti Sudiro, Certified Life & Wellness Coach dan Goretti Meiliani, Project & Planning Section Head Binus Group.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply