hitcounter
Tuesday , July 16 2024

Mengubah Kecanduan Internet Jadi Produktif Menghasilkan Uang

Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang kecanduan internet, yakni menempati posisi ke-9. Pengguna internet di Indonesia selama pandemi mengalami peningkatan menjadi 202,6 juta dengan 170 juta di antaranya sudah aktif di media sosial. Durasi pemakaian internet hampir 9 jam per hari dengan 3 jam 15 menit per hari digunakan di media sosial.

“Beberapa kondisi kecanduan internet bisa dilihat dari gejalanya meliputi depresi, ketidakjujuran, peradaan bersalah, kegelisahan, hingga euforia saat menggunakan komputer. Belum lagi ada gejala fisik kecanduan internet antara lain seperti sakit punggung, sakit kepala hingga masalah penglihatan,” kata Ridho Wibowo, Instruktur Virtual Coordinator Training Jawa Barat saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Senin (25/10/2021).

Melihat fenomena media sosial yang tampak menarik dan menyita waktu, sebenarnya bermain di dalamnya sebagai bentuk resfreshing diri tidak masalah. Menurut Ridho tidak apa misal bermain TikTok, namun media sosial sebaiknya digunakan untuk hal bermanfaat seperti menjadi sumber informasi pembelajaran. Sehingga kecanduan bisa diubah dari yang tadinya konsumtif menjadi produktif.

Jadi bagaimana caranya? Menurutnya internet bisa menjadi wadah kreativitas dan inovasi bagi pengguna. Akan tetapi, penggunaanya haruslah sehat dan aman, karena internet pun memiliki sisi negatif. Sementara internet memiliki manfaat yang tak kalah banyaknya seperti untuk mencari informasi, data gambar dan pengetahuan, sarana hiburan dan penyegaran untuk anak-anak. Selain itu bermanfaat juga untuk pembelajaran yang interaktif berbagai bidang ilmu lewat lagu maupun video.

Dari berbagai platform tadi bisa mendatangkan sumber pemasukan baru.
Tentunya harus dilakukan secara serius dan proses yang panjang. Seperti misalnya melalui Instagram, memperbanyak followers dengan produksi konten berkualitas, bisa menjadi selebgram berjualan di Instagram, menjual jasa, ikut kuis, lomba foto, hingga mencari sponsor. Begitu juga dengan YouTube di mana setiap orang dapat mengunggah video konten yang tentuny ada strategi tersendiri untuk bisa meraup subscriber.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Budi Setiawan, Koordinator bidang IT SMAN 1 Babakan Madang, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, Rizky Aliyya, Instruktur Edukasi4ID, dan Inge Indriani, Bakrie Founder Bumbukatjangkoe.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Philips LED Downlight Hadirkan Pencahayaan Hunian yang Terang, Nyaman dan Estetik

Jakarta, Vakansi – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan untuk profesional dan konsumen, …

Leave a Reply