hitcounter
Friday , June 21 2024

Menghindari Salah Persepsi Berkomunikasi dan Berbahasa di Ruang Digital

Dunia telah mengalami transformasi besar-besaran dari sesuatu yang bersifat konvensional ke sumber digital. Akses untuk ke sumber digital di seluruh dunia pun begitu mudah, namun sayang dari sisi akurasi dunia digital saat ini masih patut dipertanyakan.

Selain itu berpindahnya komunikasi langsung menjadi interaksi digital memungkinkan pengguna memproduksi teks, sehingga budaya digital dapat dianggap sebagai budaya teks yang berkesinambungan. Artinya akan memengaruhi dari sisi kebiasaan atau budaya berbahasa yang baik dan benar, ataukah jadi malah sebaliknya.

“Komunikasi digital yang bebas membuat produksi dan distribusi konten tidak mudah untuk dikontrol. Apalagi di segi tata bahasa yang baik dan sopan dengan etika, padahal bahasa merupakan jati diri bangsa dan merupakan bagian dari budaya nasional,” kata Kalarensi Naibaho, Koordinator Layanan Perpustakaan Universitas Indonesia, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, baik di media digital atau di keseharian semua orang itu penting berbahasa yang baik, penting bertutur kata yang sopan dan ramah. Karena bahasa merupakan bentuk ekspresi diri, bukan hanya sekadar alat komunikasi tapi juga bentuk adaptasi integrasi, serta alat kontrol sosial sehingga bahasa merupakan karakter dan mencerminkan pribadi seseorang.

Kalarensi memberikan tips aman berbahasa dan berkomunikasi di media digital, di antaranya dari sisi diksi, pilih kata yang tepat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Hindari kalimat ambigu. Kemudian sampaikan dengan efektif, caranya gunakan kalimat efektif dan positif, sistematis, mengalir, dan mudah dipahami.

Selanjutnya, perhatikan gaya bahasa yang digunakan, apakah sarkasme, satire, sinisme. Tak kalah penting perhatikan penggunaan tanda baca sesuai fungsinya dan ejaan yang tepat, tidak ada typo, dan gunakan huruf kapital pada tempatnya. Dalam hal mengutip sumber, cantumkan informasi jika menggunakan pendapat orang lain dan penggunaan Emoticon maupun stiker sebagai pengganti bahasa tubuh, gunakanlah dengan tepat.

Webinar Literasi Digital di Jawa Barat I, Kota Majalengka, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Pringgo Aryo, seorang Produser dan Komposer Musik, Pipit Djatma, Fundraiser Consultant & Psychosocial Activist IBU Foundation, dan Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Mau Liburan Pendek buat Refreshing? Staycation Aja!

Jakarta, Vakansi – Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, penting untuk mengambil waktu liburan sejenak …

Leave a Reply