hitcounter
Sunday , November 28 2021

Menghindari Anak Hanyut dengan Internet dan Terpapar Pornografi

Saat ini ada 202,6 juta pengguna internet yang aktif atau lebih dari separuh penduduk Indonesia melek digital. Jumlah tersebut diketahui meningkat drastis karena pandemi Covid-19. Pengguna internet di Indonesia yang semakin tinggi, kejahatan di ruang digital pun ikut mengkhawatirkan.

Diena Haryana, Founder SEJIWA mengatakan, tantangan di ruang digital semakin besar dengan kehadiran konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital.

“Sebagai orang tua kita tak ingin anak hanyut di dunia digital. Tapi mereka juga harus tumbuh aktif, bertanggung jawab dan memiliki sosial skills yang baik di masyarakat,” ujar saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor Jawa Barat I, pada Kamis (4/11/2021).

Di sinilah ada peran penting orang tua untuk membimbing anak di tengah pesatnya perkembangan era digital. Orang tua dapat memulainya dengan melakukan gaya komunikasi yang asertif, artinya tidak pasif namun juga tidak cenderung agresif dengan banyak melarang dan marah kepada anak. Karena bila orang tua agresif dan marah-marah, anak malah akan meninggalkan orang tua dan pergi ke dunia maya.

Padahal di dalamnya ada ancaman pornografi anak yang bisa disusupi sebab anak terlalu asik dengan gadget. Pornografi diketahui bisa merusak perkembangan otak anak, membuat anak kecanduan dan lebih bahaya dari narkoba. Dia pun memberikan saran agar orang tua menerapkan zona bebas gawai untuk anak di rumah, sehingga anak terbiasa berinteraksi dengan anggota keluarganya. Zona bebas gawai ini beberapa di antaranya di ruang makan dan ruang tidur.

“Orangtua juga diajak untuk hadir dan menjadi contoh dulu. Saat di rumah misalnya, begitu bicara memandang wajah mereka,”katanya lagi.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah menjadi teman bagi anak, membuat rencana yang asik misalnya masak bareng, dengan begitu orang tua akan menjadi nomor satu yang ada dibenak anak. Sehingga saat ada orang yang mendekati anak mereka tidak akan terkena bujukan para predator online, sebab mereka akan bercerita karena orang tua jadi yang pertama di pikiran mereka. Saran lainnya untuk melindungi dan menjaga keamanan anak saat berinternet adalah orang tua perlu melek digital lebih dahulu, serta memahami aturan konten untuk anak-anak.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor Jawa Barat I,  merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini ada beberapa nara sumber lainnya yang ikut hadir salah satunya yaitu Ridho Wibowo, Instruktur VCT Jawa Barat, Trisnani Eka, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Ciampea Bogor, Januar Ashari, Wakasek Hubungan Industri SMKN 1 Ciomas, dan Yudho Boengkoes.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply