hitcounter
Monday , September 20 2021

Mengenali Fitur Proteksi di Perangkat Pribadi untuk Keamanan

Jumlah tindak pidana cyber dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskim Polri melaporkan pada Januari hingga November 2020 terjadi sebanyak 4.250 laporan kejahatan siber. Dari ribuan kasus, 1.158 kasus di antaranya merupakan penipuan dan 267 kasus akses ilegal.

Kepala UPT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh Yusuf, Taufik Hidayat, saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Senin (16/8/2021) memberikan beberapa tips memanfaatkan fitur proteksi di perangkat pribadi, di antaranya:

1.Pastikan memiliki kunci keamanan layar perangkat pada smartphone. Apakah berupa sandi pola maupun angka, hingga face ID.

2.Optimalkan penggunaan sarana terpercaya saat ingin mendownload aplikasi, misalnya lewat google play untuk android atau app store jika pengguna Apple.

3.Pastikan untuk melihat dulu review aplikasi sebelum mendownload karena khawatir ada peretas. Perhatikan komentar serta tanda bintangnya, karena khawatir ada shortcut yang telah disusupi dan bisa mengarahkan semua data bisa diambil atau dirusak maupun membuat memory ponsel jadi berat.

4.Hati-hati dengan wifi publik yang bersifat gratis. Khawatir di sana ada penyusupan dan masuk ke alamat IP kemudian bisa membongkar dan mengambil data. Hal ini juga berlaku dengan bluetooth.

5.Gunakan antivirus berbayar. Sebab biasanya ada iklan dan khawatir ada shortcut yang disisipi sehingga akan menggangu penggunanya.

6.Uninstal aplikasi yang sudah tidak digunakan atau ketinggalan, lalu aktifkan screen pinning untuk membuka dan menutup aplikasi mana yang dibuka orang. Fungsi screen pinning adalah melindungi data karena khawatir smartphone saat dipinjam sehingga lewat pinning hanya beberapa aplikasi saja yang bisa dibuka.

7.Lakukan update jika sudah diminta. Sebab android merupakan freeware atau open source di mana semua orang bisa mengembangkan dan masuk di dalamnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Depok, Jawa Barat,  merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Irma Nawangmulan, dosen IULI, Chyntia Jasmine, Founder GIFU, Chika Amalia, seorang Public Figure Branding & Partnership.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply