hitcounter
Thursday , January 27 2022

Mengedepankan Etika saat Beraktivitas Digital

Tingginya pengguna internet mendukung kita untuk lebih giat menggunakan media digital dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas kita di dunia digital perlu etika. Kita perlu lebih bijak lagi berkegiatan di media sosial, cermati setiap hal dan informasi yang diterima dari kanal digital.

“Kita tahu ya saat ini generasi yang bermain di media sosial adalah generasi yang rentan. Mudah menangkap informasi mentah-mentah tanpa di cek terlebih dahulu,” ujar  Chika Amalia, Publik Figur Branding & Partnership dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021).

Dengan demikian kita harus lebih waspada mengenai apa saja yang dilakukan di dunia digital. Salah satu contohnya ialah etika saat menggunakan konten orang lain. Di dunia digital, konten memiliki hak ciptanya masing-masing meski belum dipatenkan seperti foto, gambar, atau video. Mengunggah foto milik orang lain tanpa seizinnya merupakan hal yang tidak etis. Terlebih jika konten orang lain tersebut digunakan untuk hal-hal yang bersifat komersil. Biasakan diri untuk konfirmasi dan izin kepada pemilik konten.

Chika menyampaikan, kita bisa memanfaatkan dunia digital secara positif dengan kolaborasi. Upaya kolaborasi, terutama dalam tema kebangsaan mampu meningkatkan persatuan dan rasa cinta tanah air dalam audiensnya. Kita juga bisa melibatkan lapisan tokoh masyarakat untuk berkolaborasi. Dengan demikian, konten kita di media sosial akan lebih positif.

“Hindari menyebarkan berita yang belum divalidasi kebenarannya dalam kanal digital atau grup chat,” ungkapnya.

Dalam merespon sebuah materi konten, kita tidak boleh gegabah. Cari lehih dahulu sumber berita yang valid. Kemudian, tidak memberikan komentar-komentar SARA dan bersifat provokatif. Ia mengimbau untuk menerapkan prinsip-prinsip etis tersebut dalam bermedia digital dan menggunakan kesadaran. Jangan lupa untuk selalu berpikir mengenai setiap tindakan dan partisipasi kita di dunia digital. Hal ini penting karena apapun yang kita lakukan di internet akan meninggalkan jejak digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah  Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (30/11/2021) juga menghadirkan pembicara,Dino Hamid (Ketua Asosiaso Promotor Musik Indonesia), Elfira Fitri Wahyono (Manager External Student Affaris UMN), Rino (Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma), dan Manda Utoyo (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

MediaTek Tunjukkan Teknologi Wi-Fi 7 di Dunia kepada Pelanggan dan Pemimpin Industri

MediaTek mengumumkan demo langsung pertama teknologi Wi-Fi 7 di dunia, menyoroti kemampuan portofolio konektivitas Wi-Fi …

Leave a Reply