hitcounter
Tuesday , July 16 2024

Menerapkan Etika di Ruang Digital Bisa Mendatangkan Kolaborasi Positif

Pemanfaatan teknologi digital tak sebatas hanya mengoperasikannya dan penggunaan media sosial saja. Lebih dari itu etika di ruang digital sama dibutuhkannya seperti etika di dunia nyata seperti saat melamar pekerjaan maupun berkomentar walaupun tidak bertatap muka langsung.

“Karena ada banyak kasus hanya karena komentar dari jempol yang asal saja bisa menggangu dan menyebabkan seseorang menjadi tidak nyaman, merasa dilecehkan, hingga memicu stres dan gangguan mental, bahkan menyebabkan bunuh diri,” kata Monica Eveline saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, pada Jumat (22/10/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, etika di ruang digital meliputi berkomunikasi yang sopan dan baik, menghindari SARA dan cyberbullying, tidak mengumbar hal-hal pribadi, dan mewaspadai berita hoaks yang beredar di internet. Secara kritis warga digital harus bisa memilah informasi mana yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, apalagi di masa pandemi Covid-19 begitu banyak informasi kesehatan yang beredar dan belum tentu benar.

Dia juga mengatakan ketika seseorang bisa menerapkan etika saat menggunakan media digital akan memiliki keuntungan. Seperti membangun personal branding dan membawa kredibilitas dan kepercayaan. Termasuk membangun relasi, dan membuat seseorang menjadi mudah untuk bisa melakukan kolaborasi misalnya dengan brand atau influencer.

“Namun harus berhati-hati saat memutuskan untuk berkolaborasi agar tidak tertipu,” ujarnya lagi.

Dia menyarankan agar mengecek kembali track record, konten yang sering dibagikan, perhatikan juga bagaimana etikanya di ruang digital. Selain itu cek juga pernah berkolaborasi dengan siapa saja, perhatikan juga circle terdekatnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Pipit Djatma, Fundraiser Consultant & Psychososial Actvist IBU Foundation, dan Louiss Regie, seorang Content Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Philips LED Downlight Hadirkan Pencahayaan Hunian yang Terang, Nyaman dan Estetik

Jakarta, Vakansi – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan untuk profesional dan konsumen, …

Leave a Reply