hitcounter
Monday , September 20 2021

Mendistribusikan Karya Makin Mudah di Era Digital, Kuasai Digital Skills untuk Berbagi Peluang

Perkembangan teknologi yang terus meningkat tajam dari waktu ke waktu dilakukan untuk mengimbangi kebutuhan manusia akan teknologi yang semakin besar. Teknologi digital kini digunakan di setiap aspek kehidupan dan manusia dalam kegiatan sehari-hari agar lebih efektif dan efisien.

Dengan perkembangan itu, digital skills merupakan kemampuan digital dalam memanfaatkan teknologi yang dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi dan bisnis sangat diperlukan.

“Pandemi menjadi waktu yang tepat untuk memulai maupun belajar. Sebab kini software dan program berbasis digital sudah sangat canggih,” Kata Pringgo Aryo Pradana, seorang Produser & Komposer Musik saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,  pada Jumat (27/8/2021).

Selain itu dia mengatakan tidak perlu khawatir kesulitan dalam mempelajarinya, karena berbagai jenis perangkat dan software tersebut tentunya sudah sangat mudah digunakan. Bahkan untuk mendapatkannya, setiap orang dapat langsung mengunduhnya melalui app store ada yang gratis hingga berbayar.

Kini proses kreatif atau berkarya pun bisa dilakukan di mana saja oleh siapa saja dan kapan saja berkat canggihnya teknologi. Bahkan setiap orang bisa dengan mudah mendistribusikan karyanya melalui berbagai media online. Baik melalui media sosial, layanan streaming, maupun web profile.

“Era digital membuat batasan antar negara atau teritorial menjadi semakin kabur, hal ini berlaku juga dalam industri musik termasuk pendistribusian karyanya,” kata Pringgo.

Melalui media digital seperti Sportify dan YouTube para musisi dapat mendistribusikan karya dengan bebas, bersaing dengan jutaan karya musik di seluruh dunia. Kini para bisa lebih bebas mencari karya musik yang benar-benar sesuai dengan selera musik yang mereka senangi.

Di antara kemudahan era digital dalam hal pendistribusian sebuah karya, tentunya persaingan antar Content Creator pun kini semuanya menjadi lebih terbuka dan bebas. Mereka yang dikatakan berhasil secara umum adalah mereka yang bisa menarik minat sebanyak mungkin. “Semakin menarik dan positif karya yang kita suguhkan, tentunya akan membuka potensi lebih besar lagi bagi pintu dunia kita,” tutur Pringgo.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Reza Hidayat, CEO Oreima Films, Chika Amalia, Public Figure Branding & Partnership, dan Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply