hitcounter
Monday , September 20 2021

Menciptakan Budaya Kreatif dan Produktif di Ruang Digital

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau akal), didefinisikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dilansir dari buku Pengantar Antropologi (1991) karya Koentjaraningrat, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dimiliki manusia dengan belajar.

“Kebudayaan bisa dipelajari dan budaya bisa berubah,” kata Maria Natasya, Graphic Designer & Internal Communication Strategist CIMB Niaga saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I,  pada Selasa (7/9/2021).

Nah, saat pandemi Covid-19 sejak 2020 hingga 2021 masyarakat seperti dipaksa untuk memasuki era digital industri 4.0 yang menuntut individu berubah dan beradaptasi dengan memiliki kemampuan digital. Di samping itu dengan adanya perubahan, setiap orang tetap bisa berbudaya kreatif dan produktif tanpa batas usia, tanpa hambatan biaya, tanpa pengaruh ruang dan waktu, tanpa alasan dan tanpa berhenti.

“Kuncinya budayakan melatih pola pikir, saya mau mencoba, mau belajar dan mah bisa,” ujar Maria.

Dia pun mengajak untuk bisa menciptakan budaya kreatif dan produktif dengan memiliki makna dan manfaat saat membuat konten di media sosial, memiliki nilai tambah sebagai individu, menyadari penggunaan energi dan sumber daya, peka akan efisiensi, dan menciptakan relasi dengan berkomunikasi yang baik dengan sesama pengguna.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Pipit Djatma, Fundraiser Consultant & Psychosocial Activist IBU Foundation, dan Fiona Damanik, seorang Psikolog dan Konselor dari Universitas Multimedia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply