hitcounter
Monday , September 20 2021

Mempromosikan Kekayaan Budaya di Ruang Digital

Budaya merupakan gagasan dan rasa, tindakan dan karya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan masyarakat. Kebudayaan telah memberikan masyarakat beragam kontribusi dalam bentuk gagasan tentang cara mendekati keputusan hidup dan ide terkait pelajaran hidup.

Astini Kumalasari, Udinus Semarang Travel Blogger Komite Anugerah Pesona Indonesia menyatakan, kebudayaan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Negara yang telah menjadikan budaya sebagai salah satu penyokong ekonominya ialah Thailand.

Mereka menyadari bahwa memiliki warisan kekayaan yang besar, misalnya street food, thai boxing, kuil, lady boy, dan teknik bertani. Mereka mempromosikan budaya mereka melalui pariwisata dan sektor ini menyumbang lebih dari 50% dari pendapatan negara.

“Kalau dilihat di Indonesia juga memiliki kekayaan budaya. Terdapat 17 ribu pulau, 741 bahasa, 1300 suku etnis, dan 245 aliran kepercayaan dengan 6 agama resmi,” ujar Astini dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021).

Dengan demikian, kita perlu menyadari Indonesia memiliki keberagaman. Masyarakat Indonesia juga menggambarkan adanya multikulturalisme. Bentuk budaya Indonesia pun beragam, dari praktik, produk, dan perspektif. Pada praktik ini mewakili pengetahuan terkait suatu budaya, seperti cara berpakaian dan cara berinteraksi. Produk ada yang bewujud dan tidak berwujud, seperti lukisan, tarian, karya sastra, dan sistem pendiidkan. Perspektif cenderung pada hal filosofis, seperti makna, sikap, nilai, keyakinan, dan gagasan.

“Dari sekian banyaknya budaya tersebut bahwa budaya kita itu kaya. Maka dari itu, ayo promosikan budaya yang ada di wilayah kita melalui ranah digital,” ajaknya.

Ia mengatakan, promosi dapat dimulai dengan mengenalkan ciri khas budaya yang kita miliki melalui platform yang tersedia di ranah digital. Ia menyampaikan, kita memiliki peluang besar juga dalam mengembangkan indigenous experience tourism atau menyediakan paket wisata ke daerah atau wilayah tertentu.

Dalam mempromosikan budaya di ruang digital, kita perlu menghadapi tantangannya. Di antaranya sejauh mana ruang digital mempertahankan keberagaman budaya saling menghargainya, kebebasan berpendapat di ruang digital harus berhati-hati, serta egosentris saat seseorang merasa kebudayaan mereka lebih baik dibanding kebudayaan lain.

Untuk menjawab dan mengatasi tantangan tersebut, yang diperlukan adalah pemahaman terhadap budaya kita dan budaya lainnya, serta kemampuan untuk mengapresiasi budaya yang berbeda. Kita pun perlu memproduksi kebudayaan tersebut dalam beragam bentuk, misalnya artikel, foto, video, dan sebagainya untuk ditayangkan pada ruang digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021) juga menghadirkan pembicara Rabindra Soewardana (Direktur OZ Radio Bali), Rovien Aryunia (MAFINDO), Fhassi Anfiqi (Project Manager at Multinasional Interior Design Consultant Company), dan Benito sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply