hitcounter
Sunday , November 28 2021

Memilah Konten Positif Agar Kreatif dan Inovatif di Media Sosial

Internet bisa membuat konsumtif, tapi ternyata bisa menjadi sarana produktif selama bisa memanfaatkannya dengan tepat, terlebih jika melihat fakta pontensi penggunanya yang kini mencapai 202,6 juta di Indonesia.

Sugiarti, Instruktur Edukasi4ID mengatakan, media sosial bisa membuat konsumtif, tapi juga inovatif dan produktif tergantung dari penggunanya. Konsumtif sendiri diartikan sebagai tempat untuk memenuhi keinginan, status dan gaya hidup kemudian mudah tergoda membeli produk dan barang yang belum tentu bermanfaat. Pengguna juga dapat terpengaruh dengan informasi yang tidak bermanfaat, dan menjadi konsumtif kalau aktivitasnya hanya digunakan untuk mencari hiburan dan kesenangan.

“Media sosial sebenarnya bisa membawa seseorang menjadi kreatif dan inovatif,” ujarnya saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I, pada Kamis (28/10/2021).

Sebagai pemenuhan kebutuhan, berbagi informasi dan relasi, mendapatkan pengetahuan dan wawasan, mendapatkan referensi tempat belanja yang sesuai kebutuhan, dan tempat menyalurkan hobi. Bahkan media sosial bisa memberikan manfaat ekonomi dengan menghasilkan uang,
Nah, supaya tidak kecanduan media sosial, caranya menurutnya adalah dengan mengatur waktu penggunaan dan memilih informasi yang bermanfaat.

Memang terdapat sisi kreatif dan produktif, produksi konten di media sosial merupakan salah satu hasilnya yang bisa disesuaikan dengan pemahaman pembuat konten. Namun isinya harus positif serta informatif, dengan sifat menghibur dan memberi rasa senang dan  mendidik lewat konten yang memberikan contoh perilaku positif. Sisi bermanfaat dari sebuah konten juga diperlukan dengan memberikan nilai tambah dibanding konten lainnya.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Erwan Setiawan, Guru TIK di SMA YPHB Bogor, Joko Pitoyo, Kepala Sekolah SMA YPHB Bogor, Ana Agustin, Managing Partner di Indonesia Global Lawfirm, dan Manda Utoyo, seorang Digital Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply