hitcounter
Friday , September 17 2021

Membangun Kesepakatan Berinternet dengan Anak

Di era teknologi yang semakin maju, tidak sedikit orang tua yang bangga ketika anaknya mampu menguasai digital tersebut. Namun, Mona Ratuliu, Founder dari ParentThink mengingatkan bahwa sebagai orang tua kita harus waspada karena di internet memuat sesuatu yang bersifat positif dan negatif.

Sisi positifnya, internet bisa menjadi tempat belajar baru, menunjang proses belajar, tempat mencari referensi, mengoptimalisasi penggunaan bahasa asing, sarana kolaborasi, dan harganya relatif murah.

Banyak anak-anak yang tidak didampingi orang tua saat mengakses internet. Akibatnya anak bisa terkena efek negatif dari internet.

“Anak-anak bisa mengakses berita-berita yang enggak benar juga di internet. Ini juga bisa mengakibatkan dampak pada kesehatan mental anak-anak,” tutur Mona saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/8/2021).

Selain itu, di internet maraknya eksploitasi seksual secara online pada anak-anak. Misalnya, anak mendapatkan pesan yang berbau seksual di internet. Di tengah pandemi ini, karena banyak anak yang pakai gadget untuk aktivitasnya juga meningkatkan peluang eksploitasi seksual di internet.

Ia mengatakan, yang paling menyeramkan ialah bullying atau perundungan di media sosial. Bullying ini jika dibiarkan mengakibatkan kesehatan mental anak jadi memburuk.

Untuk mencegah dampak negatif internet, orang tua bisa berdiskusi dan membangun kesepakatan dengan anak. Kita bisa berdiskusi dengan anak-anak internet itu seperti apa isinya dan dengarkan juga pandangan anak mengenai internet. Berikan pandangan orang tua terhadap internet itu dan bagikan pengalaman orang tua dalam menggunakan internet. Lalu, buat kesepakatan terkait penggunaan internet pada anak.

“Buat kesepakatan bersama dengan anak supaya lebih terarah berinternet, bergadget, dan bersosial medianya. Kesepakatan ini didiskusikan dengan anak juga, jadi melibatkan semua pihak,” jelas Mona.

Dalam kesepakatan, buat konsekuensi jika ada pelanggaran yang dilakukan. Lakukan juga evaluasi secara berkala mengenai kesepakatan tersebut setiap bulannya.

Ajak anak untuk membangun kecerdasan digital agar penggunaan internet menjadi positif caranya dengan berpikir kritis, menjaga keamanan, berkolaborasi, dan membangun kreativitas di era digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (30/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Pringgo Aryo Pradana (Produser Musik/Komposer Musik), Cyntia Jasmine (Founder Gifu), Reza Hidayat (CEO Oreima Films), dan Febrian N. Purbowiseso (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply