hitcounter
Wednesday , August 17 2022

Memanfaatkan Media Sosial untuk Networking hingga Sumber Inspirasi

Pengguna internet di Indonesia kini sudah mencapai 202,6 juta jiwa atau sekitar 61,8% dari total penduduk dengan 170 juta jiwa di antaranya telah menggunakan media sosial. Indonesia juga tercatat sebagai 10 besar negara yang kecanduan media sosial, dengan rata-rata orang penduduknya menghabiskan waktu sekitar 8 jam menggunakan internet dan 3 jam lebih untuk online di media sosial.

Tentunya hampir setiap pengguna memiliki aplikasi media sosial di gawai pribadinya. Media sosial dapat menjadi contoh kehidupan sosial seseorang mulai dari meniru cara berpakaian, gaya hidup, namun juga bisa menjadi inspirasi sehingga media sosial sebaiknya menjadi sarana positif.

“Aku menggunakan sosial media sebagai personal blog dan tempat saling berbagi, menambah wawasan,” Kata Tabitha Purba, seorang Dokter Gigi yang juga digital creator saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Senin (18/10/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, hampir setiap orang menghabiskan waktunya di media sosial setiap hari. Terlebih semenjak pandemi, aktivitas berinternet di media sosial semakin tinggi termasuk anak-anak yang sekarang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dulunya tidak memiliki media sosial kini punya akun.

Secara positif media sosial bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam hal seperti networking, menjalin berbagai relasi apalagi selama pandemi sudah jarang bisa bertemu teman. Media sosial pun menjadi sarana mencari relasi baru, berbelanja, dan mendapat peluang pekerjaan. Akan tetapi tentunya untuk berbagi segala hal seseorang tetap harus menyaring dulu informasi yang diterima dan dibagikan.

Membagikan unggahan berupa konten yang informatif dan inspiratif seperti event, berita terbaru yang sudah jelas kebenarannya, maupun review pengalaman pribadi, gambar dan foto yang menginspirasi tentu sangat bermanfaat. Tabita yang berprofesi sebagai dokter gigi pun sering membagikan konten edukatif seputar kesehatan, informasi vaksin saat awal pandemi. Konten edukatif lainnya bisa berupa tutorial, tips, hasil riset atau artikel, serta opini.

“Masyarakat biasanya juga menyukai konten yang isinya menghibur dan bisa membuat orang lain tertawa. Media sosial juga bisa membantu usaha orang lain yang baru membuka bisnis di masa pandemi,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Pringgo Aryo, seorang Produser & Komposer Musik, Inne Nathalia, Humas dan Dosen Komunikasi, Asep H. Nugroho, Dosen Fakultas Teknik UNIS, dan Arief Lestadi, Founder NAS Consulting & Research.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Redmi 10 5G Hadir di Indonesia

Jakarta, Vakansi – Xiaomi, perusahaan elektronik dan teknologi pintar yang berfokus pada smartphone, perangkat pintar, …

Leave a Reply