hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Memaksimalkan Manfaat dan Melindungi Anak dari Paparan Negatif Internet

Di masa pandemi orangtua sulit untuk melarang anak untuk bermain gawai dan mengakses internet. Kini orangtua melonggarkan aturan pemakaian gadget sebab sulit bagi anak berpisah dari internet karena belajar pun kini dilakukan di rumah dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Ketika berbicara tentang membesarkan anak kita tidak bisa mengacu pada soal benar atau benar, bermanfaat atau berbahaya untuk anak-anak semuanya bergantung pada peran orangtua di dalamnya,” kata Fibra Trias, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan, internet dan media sosial memiliki dua sisi yaitu positif dan negatif sehingga yang diperlukan orangtua adalah bagaimana meminimalisir dampak negatifnya dan mendapatkan manfaat positifnya. Mengenai bahaya internet pada anak, paling teratas adalah cyberbullying yang bentuknya seperti komentar cenderung menghina, meremehkan, melecehkan, merendahkan dan menghujat. Kemudian pornografi dan radikalisme, pelecehan seksual atau online grooming, dan kecanduan game.

Sementara di balik sisi negatifnya internet juga memiliki manfaat untuk anak seperti membuat metode belajar menjadi beragam, mengasah kemampuan berbahasa, motorik dan panca indra, dan menjadi sarana untuk berkolaborasi tanpa batas. Sebabnya orangtua memang tidak bisa melarang anak menggunakan internet, namun memberikan pemahaman kepada anak agar menggunakannya secara positif.

Caranya dengan mendiskusikan dan berkomunikasi bersama anak sebelum memasuki ruang digital. Orangtua dan anak perlu mengatur kesepakatan aturan bermain internet, lalu menjelaskan mengenai keamanan dan privasi dalam bermedia sosial, orangtua perlu memahamkan anak mengenai digital citizenship agar anak berperilaku baik sebagai warga digital. Menjelaskan tentang bentuk-bentuk konten, aplikasi dan aturan dalam mengundu, serta bahaya ruang digital yang harus diwaspadai.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Maria Ivana seorang Graphic Designer, Dnan DNA seorang Creativepreneur, dan Elfira Fitri, Student Affairs and Career Development Specialist.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply