hitcounter
Wednesday , May 18 2022

Memahami Unsur-Unsur Berinteraksi dalam Ruang Digital

Etika menurut Ki Hajar Dewantara, merupakan ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan dalam kehidupan manusia. Terutama berkaitan dengan gerak-gerik pikiran dan rasa yang merupakan pertimbangan dan perasaan sehingga dapat mencapai tujuannya dalam perbuatan.

Etika itu akan menjadi sebuah perbuatan yang generic atau natural muncul dalam diri kita. Ketika di dunia nyata kita bisa bersikap ramah tetapi di dunia maya kita sangat buruk keramahannya, maka itu harus diperhatikan dan diaplikasikan di dunia maya.

Dede Muhammad Altazam, Program Director Komuji Indonesia mengatakan, dalam berinteraksi di ruang digital ada unsur-unsur dalam berinteraksi. Pertama, ada pesan atau informasi yang akan disampaikan apakah mengandung unsur kebohongan atau hal-hal yang tidak beretika. Kedua pengiriman pesan baik secara langsung maupun pengiriman pesan secara acak. Penyampaian pesannya mengandung seperti apa secara intimidatif atau secara ramah.

“Keempat pemilihan sarana atau media di masa sekarang pada perkembangan dunia digital sarana atau media sangat banyak. Kita bisa memilihnya agar pesan yang kita miliki dapat diterima langsung oleh target yang memang kita tuju,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/10/2021).

Unsur selanjutnya penerimaan pesan, kita juga selain memiliki informasi, penerimaan pesan juga harus dipikirkan bagaimana setelah pesan ini disampaikan kemudian sarananya juga dipilih. Tetapi pesan yang disampaikan kita ini juga apakah dapat diterima. Penerimaan pesan juga berhubungan dengan unsur terakhir yakni respon efek atau pengaruh.

“Bagaimana ketika informasi ini disebar atau disampaikan responnya akan seperti apa biasa saja atau justru dapat mengancam keselamatan kita karena mungkin saja informasi yang kita sampaikan itu mengandung unsur-unsur diskriminatif, SARA,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/10/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Anthony Sudarsono (CEO First Class Property), Tetty Kadi (Aktris Senior), Yoseph Hendrik (dosen Tarakanita), dan Ribka sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Pembayaran contactless raih momentum di Indonesia

Visa, pemimpin dunia dalam pembayaran digital, hari ini mengungkapkan pembayaran contactless semakin populer di Indonesia, …

Leave a Reply