hitcounter
Sunday , November 28 2021

Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Legal dengan Literasi Digital

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” kali ini diselenggarakan di Jeneponto, Sulawesi Selatan pada 14 Oktober 2021. Program Literasi Digital ini merupakan inisiatif dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema yang dibahas saat ini adalah “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, kreator konten, Laode Ridwan Arisandy; dosen STIE Widya Darma Kotamobagu, Nur Rezkowati; Redaktur Eksekutif Ligo.id, Arfan Dalanggo; dan aktivis Mafindo, Erwin Saputra. Sedangkan moderator yaitu Sinta Pramucitra. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta. Pada kegiatan kali ini diikuti 612 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, Laode Ridwan Arisandy tampil sebagai pemateri pertama yang menyampaikan tema “Jenis-Jenis Transaksi Digital”. Menurut dia, macam-macam transaksi digital mencakup e-money, mobile banking, e-wallet, serta QRIS. Adapun pilihan aplikasinya, antara lain Gopay, OVO, DANA, LinkAja, dan i.saku. Meskipun banyak kemudahan, ada beberapa kekurangan cashless, seperti belum banyak toko atau orang yang tahu penggunaannya dan rentan dibajak. “Ditambah lagi, ada biaya transaksi saat melakukan pembayaran,” imbuhnya.

Selanjutnya, Nur Rezkowati menyampaikan paparan berjudul “Etika Pelayanan dalam Berbisnis Digital”. Ia mengatakan, peer to peer (P2P) lending merupakan pinjaman online (pinjol) yang menghubungkan investor atau penanam modal dengan warganet penerima fasilitas pinjaman melalui lokapasar P2P. Sejumlah pelanggaran etika dalam pinjol yang kerap terjadi di internet misalnya, bunga yang sangat tinggi, penyebaran data pribadi, biaya admin tidak jelas, serta intimidasi dan penagihan yang dilakukan oleh orang yang berbeda-beda. “Jika didatangi penagih, jelaskan alasan keterlambatan pembayaran dengan baik,” ujar dia.

Pemateri ketiga, Arfan Dalanggo, memaparkan materi bertema “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Menurut dia, beberapa masalah dalam bertransaksi digital, antara lain rawan penipuan, pembayaran ganda, bunga bertumbuh, gangguan debt collector, serta persoalan keamanan data pribadi. “Adapun kiat amannya antara lain, hindari WiFi publik, belanja di laman atau aplikasi terpercaya, jaga kerahasiaan OTP, serta rutin mengganti kata sandi,” terangnya.

Adapun Erwin Saputra, sebagai narasumber terakhir menyampaikan paparan berjudul “Memahami Pinjaman Online yang Aman dan Legal”. Ia mengatakan, hadirnya fintech lending atau perusahaan pinjol memberikan kemudahan bagi warganet untuk mendapatkan dana dalam waktu singkat dan proses administrasi yang cepat. Pemerintah juga telah mengatur proses ini dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 77/POJK.01/2016. Adapun panduan dalam meminjam misalnya, platform terdaftar OJK, suku bunga dan biaya yang transparan, cermat membaca persyaratan, serta lengkapi kontrak perjanjian. “Cek laman resmi fintech, sudah ada ikon gembok apa belum, agar tidak mencuri data pribadi secara ilegal,” tutur dia.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Sinta Pramucitra. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Nurdin Jalaluddin, bertanya tentang kiat memastikan dan memilih aplikasi pinjol aman dan legal. Menanggapi hal tersebut, Nur Rezkowati bilang, OJK sudah merilis daftar perusahaan financial technology yang aman dan diawasi lembaga tersebut. Sehingga, sebelum bertransaksi warganet harus pastikan dengan mengecek daftar tersebut.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply