hitcounter
Monday , September 20 2021

Memahami Etika Digital Saat Berkomunikasi dan Berinteraksi

Di dalam masyarakat dikenal dengan etika dana dalam dunia digital juga etika digital, mengapa harus ada etika digital. Untuk mengatur bagaimana kita menyajikan, memang membangun persona kita memperngaruhi cara komunikasi dan niat kita akan diterima. Gagasan bahwa etika individu memengaruhi argumen kita bukanlah hal baru.

Dedi Djubaedi, Direktur Pascasarjana IAIN Syeh Nurjati Cirebon mengatakan, etika berkomunikasi dalam ruang digital yang harus diperhatikan. Gunakan pesan pribadi jika ingin berkomunikasi yang lebih serius, seperti menegur sebuah postingan atau apapun yang sifatnya tidak untuk diketahui banyak orang. Jangan terus menerus berkutat dengan ponsel, hargai orang-orang yang ada di sekitar.

“Tahu kapan harus mematikan panggilan dan juga jika kita ingin menghubungi mereka bertanya dulu apakah memiliki waktu, tidak sibuk.sehingga ketika menghubungi tidak dalaam ketergesa-gesa,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (25/8/2021) siang.

Sementara saat berinteraksi di ruang digital juga memang sebaiknya masih memikirkan etika digital. Sadari keberadaan orang lain, lawan bicara di dunia digital ialah juga manusia sama seperti kita. Ketika berkomentar harus dipikirkan dan tentu menggunakan bahasa yang sopan.

“Penting untuk menghormati waktu dan bandwidth orang lain, tidak menghubungi di waktu orang lain sedang istirahat dan tidak mengirim foto juga video dalam jumlah banyak, tidak semua memiliki kuota yang banyak,” ungkapnya.

Di ruang digital dibutuhkan kesabaran dan maafkan jika orang lain membuat kesalahan, memang ada hukuman atau UU yang mengatur namun bukan berarti dengan mudah menjerat seseorang. Sebab permasalahan di dunia digital dapat merusak silaturahim secara langsung.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (25/8/2021) siang juga menghadirkan pembicara Rosidi Rido (Kepala kantor Kementerian Agama kabupaten Cirebon),  Soni Mongan (Kreator Konten), Lisa Adhrianti (dosen Universitas Bengkulu), dan Yumna Aisyah sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply