hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Melihat Peluang di Masa Pandemi dengan Teknologi Digital, Tips dan Trik Membuat Konten Menarik

Faktanya meski industri pertunjukan menjual interaksi langsung antara musisi dengan penonton dan interaksi antar penonton, saat datangnya pandemi yang membatasi kerumunan dan interaksi langsung antar manusia para pelaku di industri ini tak lantas berhenti membuat acara. Melalui adaptasi melalui teknologi mengikuti tren revolusi kehidupan saat ini, industri pertunjukan tetao bisa berjalan dengan penggabungan offline dan online.

“Kita sudah berkonektivitas dengan teknologi, di mana kita menggunakan teknologi sebagai medium berkomunikasi bersosialisasi,” kata Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/7/2021).

Dia pun membeberkan 5 esensi digital skills yang pertama komunikasi antara manusia satu dengan manusia lainnya, kedua bagaimana mengatur dan membuat komunikasi serta membangun konten. Digital skills yang ketiga adalah bagaimana menyelesaikan masalah apalagi di tengah kondisi pandemi setiap orang harus berpikir pintar untuk bisa menyelesaikan tantangan yang dihadapi. Esensi keempat adalah transaksi di mana semua transaksi keuangan sudah bisa dilakukan secara digital. Terakhir legal online atau etika saat berhubungan dengan manusia lain dalam ranah daring.

Lebih jauh dia mengatakan, melalui perkembangan digital hari ini banyak profesi yang dilahirkan dan dibutuhkan. Seperti graphic desainer, fotografer, editor, media sosial specialist, big data analysis, dan content writer. Ada juga tiga profesi yang hari ini yang 5-10 tahun lalu belum ada yaitu influencer, YouTuber, dan content writer sebagai profesi yang dibutuhkan di era sekarang.

Sebagai content creator yang berkecimpung di industri pertunjukan, Dino Hamid mengemukakan tips dan trik kembuat konten menarik, di antaranya:

1.Buatlah konten berdasarkan ketertarikan dan hobi yang kalian sukai. Hal ini menjadi dasar seseorang membuat konten, karena kunci dari membuat konten harus konsisten jika hal itu merupakan hal yang disukai misalnya fotografi atau memasak maka ketika melakukannya setiap hari pun tidak akan masalah.

2.Lakukan riset kecil, bisa menggunakan Google Tren, Sportify, agar tahu tren saat ini berdasarkan riset yang Anda punya.

3.Buatlah identitas yang kuat. Misalnya jika Anda menyukai foto maka buatlah segmen yang kuat. Sehinga akan mendapatkan pasar yang spesifik juga.

4.Pastikan faktor Why. Kita harus benar-benar tahu mengapa calon penonton kita menonton tayangan konten yang kita buat atau tulisan yang kita buat di blog maupun mengapa followers harus tetap menjadi pengikut kita dan apa manfaatnya.

5.Berikan nilai tambah dan konsep dan sisi unik konten.

Webinar Literasi Digital Kota Bogor, Jawa Barat merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Dian Andriasari, Dosen Hukum Pidana & Kriminologi FH Unisba, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, dan Taufik Hidayat, Kepala UPT IT & Dosen Fakultas Teknik Universitas Islam Syekh Yusuf.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply