hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Melestarikan Budaya Kreatif dan Produktif di Ruang Digital

Budaya merupakan cara hidup sekelompok manusia yang telah berkembang dan diturunkan dari generasi ke generasi. Budaya merupakan milik bersama dan bisa berubah menyesuaikan zaman. Indonesia dikenal dengan budaya gotong-royongnya, sopan santun, ramah tamah, generasi yang paling produktif saat ini yaitu milenial bertanggung jawab mekestarikan dan membentuk budaya positif.

“Kita bisa menyesuaikan budaya kita yang sudah baik menjadi lebih relevan lagi dengan adanya ruang digital (internet),” kata Cyntia Jasmine, Founder GIFU saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Jum’at (8/10/2021).

Caranya, yakni dengan membuat budaya kreatif dan produktif di ruang digital. Karena zaman dulu penggunanya belum sebanyak  sekarang, apalagi dengan adanya masa pandemi setiap orang dipaksa untuk masuk ke ruang digital. Lebih lanjut dia mengatakan budaya memiliki manfaat antara lain menjadi sumber pengetahuan dunia, identitas nasional, memupuk sikap toleransi, dan menumbuhkan nasionalisme. Dengan hal-hal positif dari budaya, maka suatu masyarakat bisa merasa bangga akan budayanya yang baik.

Sementara itu pertumbuhan berbagai platform digital membuka peluang untuk menumbuhkan kreativitas dan produktifitas. Apalagi saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 202,6 juta, mengalami pertumbuhan 15.5% dari tahun 2020. Sebanyak 73,7% masyarakat Indonesia sudah memakai internet, 26,3% merupakan bayi, lansia, area yang belum ada internet. Dengan banyaknya pengguna, hal ini mengisyaratkan peluang bagi para pelaku usaha dan content creative untuk membagikan kreativitasnya.

“Internet sekarang merupakan tempat yang strategis untuk memasarkan produk kita atau bisnis kita,” katanya lagi.

Bila sebelumnya seseorang yang potensial dan memiliki keahlian memasak berupaya dengan membuka restoran sendiri, kini dengan adanya internet dan media sosial mereka bisa menjadi influencer dan koki yang ikut membagikan keterampilannya di media sosial dalam hal masak memasak. Begitu juga terjadi pada bidang keahlian lainnya seperti dokter, yang segala unggahannya bisa menjadi cara berkontribusi yang kreatif dan produktif di internet.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Daniel Hermansyah, CEO Kopi Chuseyo, Nikita Dompas, Producer & Music Director dan Adri Liberty, Legal BCAInsurance.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply