hitcounter
Friday , September 17 2021

Melestarikan Budaya di Era Digitalisasi

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang serta diwariskan oleh generasi ke generasi. Budaya merupakan sikap yang unik dari masyarakat yang lebih besar seperti etnis, suku, atau bangsa yang hidup di wilayah tertentu.

“Budaya memiliki fungsi sebagai batas dari perbedaan, budaya memberikan identitas, dan memfasilitasi komitmen terhadap sesuatu yang lebih besar daripada kepentingan individu, dan membentuk sikap serta perilaku individu,” Kata Ira Pelitawati, Relawan TIK Jabar saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Selasa (7/9/2021).

Indonesia memiliki satu keragaman yang tidak dimiliki oleh bangsa lain, dengan 1.340 suku, 2.500 bahasa daerah, dan 6 agama. Bahkan negara peserta KTT Asia Afrika menjadikan Indonesia sebagai rujukan untuk mengelola keragaman suku, agama, ras, dan antargolongan. Semua kemajemukan itu pun bisa hidup berdampingan dengan landasan Pancasil sebagai dasar negara yang mengatur cinta kasih, nilai, harmoni, sifat demokratis, dan mengutamakan budaya gotong royong.

Namun menurut Ira, semua kekayaan budaya tersebut membutuhkan promosi dan pelestarian. Sebab bila tidak maka akan terancam punah atau diklaim oleh negara lain. Sehingga perlu upaya dari tiap individu untuk melestarikan budaya, caranya adalah dengan memulainya dari diri sendiri dengan memahami budaya sebagai cerminan diri memakai atribut budaya seperti dalam pernikahan pernikahan adat dan mengikuti kontes Duta Wisata seperti Abang None Jakarta.

Masyarakat juga bisa mempromosikan budaya negeri sendiri dalam ruang digital seperti mengunggah konten terkait kekayaan alam dan berbagai destinasi menarik Indonesia saat berkunjung, di media sosial. Dari kebiasaan tersebut maka secara tidak langsung kita turut berperan mempromosikan keunikan dan keindahan negeri sendiri serta membanjiri internet dengan konten-konten positif.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Elfira Fitri, Student Affairs and Carerr Development Specialist, dan Diena Haryana, Founder SEJIWA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply