hitcounter
Monday , September 20 2021

Masyarakat Perlu Menjaga Identitas Pribadi untuk Keamanan di Dunia Digital

Data pribadi termasuk bagian dari privasi seseorang, yaitu hak individu untuk menentukan apakah data tersebut akan dikomunikasikan atau tidak kepada pihak lain. Data pribadi sendiri saat ini sedang dalam proses Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) oleh pemerintah untuk menjawab upaya perlindungan dari penyalahgunaan data pribadi yang makin marak terjadi di era digital.

Ada dua jenis data pribadi yaitu data yang bersifat umum seperti nama lengkap, tanggal lahir, jenis kelamin. Sementara data pribadi spesifik misalnya data dan informasi kesehatan, data biometrik, data genetika, data keuangan pribadi dan lainnya.

“Sekarang area privasi menjadi bias, ada orang yang tidak ingin diketahui informasi pribadi tentang kesehatannya. Namun ada juga orang yang misalnya setelah diinfus justru difoto dan diupload di media sosial,” kata Muh Nurfajar Muharom, Relawan TIK Indonesia saat Webinar Literasi Digital Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I,  Selasa (7/9/2021).

Lebih jauh dia mengatakan, data pribadi perlu dilindungi sebab kini makin marak dan canggih kejadian penipuan dan tindak kejahatan digital yang memanfaatkan data pribadi. Bahkan bahaya dan ancaman data pribadi sudah terjadi, mulai dari teror SMS pinjaman online, penagihan hutang teman, pelecehan dan penghinaan online, yang semuanya berasal dari pencurian data pribadi.

“Hati-hati dengan link share dan wifi publik, kita harus bisa membedakan mana link palsu, website pemerintah yang asli,” ujarnya.

Lalu bagaimana cara menghindari kebobolan data dicuri? Setiap individu hendaknya memerhatikan pengamanan perangkatnya. Mulai dari penggunaan password yang rumit, privacy setting, dan proteksi keamanan lainnya. Kemudian untuk mengetahui akun email sudah pernah bocor datanya Anda dapat mengecek di firefox monitor, setting privacy check up dan jangan lupa untuk merespon kejadian bila ada peringatan dari akun ada aktifitas mencurigakan yang biasanya dikirimkan lewat email.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Daniel Hermansyah, CEO Kopi Chuseyo, Sigit Pramono, Dosen Bahasa Indonesia UKI, dan Aseng Junaedi, Ketua Kwarcab Gerska Pramuka Bandung Barat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply